Bumi Dalam Al-Qur'an #2 (Matahari dan Bulan)

Selamat berbuka puasa bagi kamu yang menjalankannya!

Mungkin karena ini bulan Ramadhan, jadi saya lagi semangat-semangatnya mengkaji Al-Qur'an terutama yang berhubungan dengan sains, termasuk bumi. I don't know, it's just amazing.

Tulisan kali ini adalah seri ke 2 dari edisi "Bumi dalam Al-Qur'an". Jadi kalo kamu belum baca dan pengen biar bacanya lebih nyambung, bisa lihat tulisan sebelumnya di sini.

Next, kali ini kita akan bahas bagaimana bumi dalam Al-Qu'ran dilihat dari ayat-ayat yang berhubungan dengan matahari dan bulan. Masih dengan cara yang sama, yaitu saya akan mencari kata kunci yang berhubungan dengan bulan dan matahari pada aplikasi Al-Qur'an yang saya punya.

Lalu inilah hasilnya:

1. Bulan dan matahari sebagai penunjuk waktu dan perhitungan.
[Al-Baqarah : 189]
"Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit. katakanlah, "Itu adalah petunjuk waktu bagi manusia dan (ibadah) haji"
[Al-An'am : 77]
"..., dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan"
[Yunus:5]
"... dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya (bulan dan matahari), agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu)"

2. Matahari dan bulan tunduk pada aturan Allah.
[Al-A'raf]
"... (Dia ciptakan) matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk pada perintahnya"
[An-Nahl:12]
"Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu, dan bintang-bintang dikendalikan dengan perintahnya."

3. Bulan dan Matahari bercahaya!
[Yunus :5]
"Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya... "
[Al-furqan:61]
"Maha suci Allah yang menjadikan di langit gugusan bintang-bintang dan Dia juga menjadikan padanya matahari dan bulan yang bersinar"
[Nuh:16]
"Dan disana Dia menciptakan bulan yang bercahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita (yang cemerlang)"

4. Bulan dan matahari beredar (berotasi) pada orbitnya.
[Ar-ra'd:2]
"Dia menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar menurut waktu yang telah ditentukan"
[Ibrahim:33]
"Dan Dia telah menundukkan matahari dan bulan bagimu yang terus menerus beredar (dalam orbitnya)"
[Al-Anbiya:33]
"Dan dia yang telah menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan. masing-masing beredar pada garis edarnya"
[Ar-rahman:5]
"Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan"

5. Bulan dan matahari berada didalam/ diantara langit dan bumi.
[Al-Hajj:18]
"Tidakkan engkau tahu bahwa siapa yang ada di langit dan dibumi bersujud kepada Allah, juga matahari, bulan, bintang, gunung-gunug, pohon-pohon, hewan-hewan yang melata, dan banyak diantara manusia?"

6. Bulan mempunyai fase sendiri (?).
[Ya-Sin:39]
"Dan Kami telah tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua."

7. Bulan dan matahari saling mengejar.
[Ya-Sin: 40]
"Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. masing-masing beredar pada garis edarnya."

If you are smart enough, mungkin kamu akan merasakan ada hal-hal yang "aneh" pada ayat-ayat tersebut yang saya kutip pada Al-Qur'an.

Salah satunya adalah....

1. Al-Qur'an tidak pernah mengatakan bahwa bumi berotasi / berputar / memiliki orbit.!
2. Bulan dan matahari punya cahaya sendiri-sendiri.
3. Instrumen yang ada di dunia ini "hanya" matahari, bulan, bintang, yang ketiganya berada diantara langit dan bumi. Lalu.., bagaimana dengan planet-planet lainnya? dan galaksi lainnya?

Jadi.., bagaimana menurutmu?

Share di kolom komentar ya. have a nice day!

You Might Also Like

3 Comments

  1. Bumi adalah pusat alam semesta, matahari, bulan dan bintang-bintang beredar mengelilinginya. Bumi dan langit tidak bergerak dan tetap pada tempatnya. Bukankah Bumi dan Langit pada awalnya adalah berpadu? Wa Allahu'alam bissawab

    BalasHapus
  2. Bulan tidak bersinar tetapi bercahaya, artinya bulan tidak memiliki sumber cahaya sendiri yang independen, jika dibaca dengan teliti ada perbedaan kata didalam mengungkapkan matahari bersinar dan bulan bercahaya, didalam bahasa arab ada perbedaan makna antara An Nur dan Ad Dhia.

    BalasHapus