Sekilas investasi saham


Trading saham di pasar modal terbilang unik

Karena meskipun platformnya sama

 

Namun karekter investasinya bisa berbeda-beda

Tergantung seperti apa kita memperlakukan investasi tersebut

 

Mau buat investasi jangka panjang yang cenderung aman

Tapi profitnya gak terlalu besar, bisa

 

Mau buat spekulasi jangka pendek

Yang sangat fluktuatif dan volatile juga bisa

 

Ada katagori-katagori perusahaan yang

Sahamnya cenderung dikatakan “aman”

 

Ada juga yang sahamnya memiliki volatilitas

Tinggi sehingga resikonya tinggi juga

 

Saham-saham dengan kapitalisasi dan fundamental yang baik

Dimasukkan kedalam list lq45 oleh bursa saham

 

Saham yang masuk dalam katagori ini

Terkenal dengan istilah saham blue chips

 

Biasanya geng lq45 adalah perusahaan besar

Dengan fundamental dan kapitalisasi yang bagus

 

Pergerakan mereka cenderung stabil

Namun juga profit yang didapat lebih sedikit

 

Oleh karena itu, saham yang masuk indeks lq45

Seringkali direkomendasikan untuk investor pemula

Yang masih belajar saham

 

Selain itu, saham ini juga jarang dimainkan sama bandar

Karena harga per lembarnya udah mahal

 

Jadi kalau sampai dimainin bandar

Berarti mereka beneran punya duit yang banyaknya minta ampun

 

Biasanya yang sanggup mainin saham bluechip di indonesia

Adalah investor asing dari luar negeri

 

Selain untuk trader pemula

Saham di lq45 juga cocok untuk tipe “value investor”

 

 

Yaitu mereka yang investasi saham memang untuk jangka panjang

Diatas 10 tahun, bahkan diatas 20 tahun

 

Nah mereka ini biasanya gak peduli

Dengan volatilitas saham jangka pendek

 

Cuek aja, selama mereka merasa produk atau perusahaan

Tersebut akan survive dalam jangka panjang

 

Sahamnya gak akan dilepas

Disimpan aja terus buat ditabung 20 atau 30 tahun lagi

 

Contohnya saham indofood, yang kayaknya indomie itu

Sudah menjadi bagian hidup orang indonesia

 

Atau unilever, yang produknya hampir pasti

Ada di setiap rumah orang indonesia

 

Separah apapun pandemi covid

Masa iya gak mandi pakai produknya unilever?

 

Selain itu ada juga tipe investor high risk

Yang biasanya trading saham dengan cara day trading, atau scalping

 

Kalau day trading itu, biasanya tahan saham dalam waktu kurang dari sebulan

Mereka biasanya sangat memperhatikan berita, dan momen tertentu

 

Misalnya sebentar lagi lebaran. Nah biasanya saham department store seperti matahari akan melonjak

Karena banyak orang belanja baju baru, sehingga pendapatan matahari department store akan meningkat

 

Lalu yang terakhir adalah scalper, si trader cepat

Mereka biasanya adalah full-time trader, yang setiap hari ngelihatin grafik pergerakan saham

 

Yang dipelototoin para scalper ini bukan lagi grafik harian atau mingguan

Tapi grafik per menit dan per detik

 

Serta mereka sangat memperhatikan pergerakan para bandar saham

Kalau sekiranya mereka mendeteksi ada suatu saham yang dimainin bandar

 

Melalui pergerakan-pergerakan dan pola-pola grafik tertentu

Mereka akan coba memprediksi “maunya” si bandar harga saham dibikin sampai berapa

Sehingga sebelum bandar tarik modal, dia bisa dapet untung juga dari sana

 

Ada berita berita khusus juga yang diperhatikan oleh scalper

Dalam memutuskan transaksi jual belinya

Mekipun mereka bisa juga trading tanpa berita apapun

 

Misalnya, ketika pemerintah mengumumkan

Bahwa vaksin covid akan diproduksi

 

3 saham farmasi besar langsung naik secara signifikan

Dimana terlihat jelas ada “pemain bandar” disana

 

Tapi sebentar deh, sebelum kita bahas lebih lanjut

Kayaknya kita perlu bahas dulu nih tentang money management

You Might Also Like

0 Comments