Pentingnya Menyediakan Rekening Terpisah, Kamu Sudah Siapkan?


Sebelumnya kita sudah memahami bahwa ada beberapa pos alokasi keuangan yang perlu direncanakan pengeluarannya sejak dini. Untuk bisa mengatur kelancaran pembagian pos pengeluaran bulanan seperti ini, biasanya agak tricky.

Sebagian orang yang telaten mungkin bisa mengatur uangnya hanya dengan satu rekening saja. Namun, bagi saya pribadi, Punya satu rekening bank, agak menyulitkan. Untuk itu, agar bisa memaksimalkan anggaran lebih baik lagi, Akan lebih mudah jika  kita memiliki paling tidak 3 rekening terpisah.

Yang pertama, rekening khusus dana darurat.
Kita bisa tempatkan dana darurat di deposito. Deposito mungkin tidak memberikan imbal hasil yang besar. Jika dibandingkan reksadana atau saham. Namun fungsi utama dari dana darurat adalah Dana yang harus bisa segera dikeluarkan saat kondisi darurat terjadi.

Sehingga return investasi yang kecil tidak jadi masalah. Yang penting aman, dan bagus juga kalau Return investasinya bisa impas dengan inflasi. Beberapa bank sudah menyediakan fasilitas deposito otomatis dalam aplikasi mobile banking, yang menjadi satu dengan rekening utama, Untuk memudahkan nasabah dalam buka rekening deposito. Sehingga sangat mudah bagi kita untuk mengatur alokasi keuangan tersebut.

Rekening berikutnya yang perlu dipersiapkan terpisah adalah, Rekening belanja bulanan, dengan rekening untuk dana senang-senang. Ini cukup penting, agar kita tidak bingung uang yang ada larinya kemana saja. Rekening buat beli beras bulanan jangan disamakan dengan rekening buat beli kopi di café. Nah sekarang dengan semakin canggihnya dunia perbankan,

Beberapa bank sudah menyediakan fitur pembuatan rekening terpisah dalam satu aplikasi saja. Jadi kita gak pelu ribet buka rekening di banyak bank. Dalam satu platform, bisa ada beberapa rekening. Bahkan ada juga satu rekening khusus yang didedikasikan untuk bisnis. Jadi, coba tanyakan ke bank yang jadi tujuanmu ya,

Apakah sudah punya fitur multi rekening ini. Karena ini akan sangat membantu dan memudahkan. Idealnya, setiap pos alokasi keuangan apapun, perlu dibuatkan rekening terpisah. Meskipun tentunya tidak semua harus di bank.

Misalnya, untuk tujuan jangka panjang lebih dari 20 tahun, Seperti dana pensiun, baiknya tidak ditaruh di perbankan. Bisa dicoba alokasikan di reksadana campuran atau reksadana saham, Karena masa waktunya masih panjang, Sehingga bisa coba menggunakan instrumen investasi dengan return investasi yang sedikit lebih tinggi, dan resiko yang tetap terukur.

Untuk alokasi asuransi dan pembayaran cicilan bulanan, Bisa langsung menggunakan fitur auto debt dari rekeing utama. Nah dengan begini, akan lebih mudah melacak pengeluaran kita kemana saja, Dan menghindari kita dari pengeluaran-pengeluaran “siluman”.

Begitu aja kok. Gampang kan atur uang.
Lebih susah cari uang sih sebenernya, kan.




You Might Also Like

0 Comments