Senin, 07 Desember 2020

WAJIB BACA! Ini Yang Gak Kalah Penting Mencegah Covid-19 Selain Pakai Masker, Cuci Tangan, Dan Jaga Jarak!

WAJIB BACA! Ini Yang Gak Kalah Penting Mencegah Covid-19 Selain Pakai Masker, Cuci Tangan, Dan Jaga Jarak!


Yes, kita tahu sudah hampir satu tahun, Pandemi Covid menghantam perekonoiman di hampir semua negara didunia, tak terkecuali Indonesia. Wabah yang berkepanjangan ini bikin semua jenuh dan stres.
Kita gak bisa lihat ekspresi senyum dari pegawai Indomaret saat belanja. Sepele sih, tapi tentunya ini membuat sisi kita sebagai makhluk sosial tidak nyaman.

Ini belum seberapa. Fenomena wabah ini juga sukses membuat banyak bisnis tutup, dan jutaan orang di PHK. Menurut data kemenaker, sudah ada hampir 10 juta orang di PHK akibat pandemi. Jumlah yang sangat banyak tentunya, dan Ini berimbas pada keluarga dari mereka yang di PHK itu, yang berakibat keluarganya menjadi kelaparan, anaknya tidak bisa lanjut sekolah, dan bahkan kehilangan tempat tinggal.


Jumlah gelandangan pun meningkat selama masa pandemi, karena banyak yang tidak mampu membayar tempat tinggal. Disatu sisi, Menurut laporan Leads Property Indonesia, ada 21.501 unit apartemen yang tidak laku selama masa pandemi, dan ribuan unit rumah dan apartemen yang kosong tidak berpenghuni. Cukup Ironis, disatu sisi banyak yang butuh tempat tinggal, disisi lain banyak yang cari peyewa untuk unit propertinya. Namun supply-Demand ini tidak bertemu akibatnya mahalnya harga jual dan sewa properti bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.

Kita sepakat Covid memiliki masalah yang lebih besar daripada masalah pandemi. 
Yaitu masalah ekonomi.

Pemerintah, dokter, beserta satgas Covid berusaha mencegah penyebaran virus ini dengan mengkampanyekan 3M. Mencuci Tangan, Memakai Masker, dan Menjaga Jarak.
Selalu digembar-gemborkan setiap hari melalui semua media baik elektronik maupun non elektronik.

Namun Pemerintah jarang sekali mengkampanyekan pola hidup sehat selama masa pandemi Covid ini. Padahal memiliki imunitas yang baik merupakan faktor kunci untuk bisa survive dari virus ini. Saat ini jumlah orang yang terinveksi covid sudah tinggi, sehingga potensi tertular covid bisa datang dari mana saja, dari siapa saja, dan kapan saja.

Pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan, meskipun penting namun bisa jadi sudah banyak orang yang tanpa sadar kelupaan mematuhi protokol ini. 
Namanya juga manusia, bisa khilaf kapan saja. Mungkin dia habis pegang suatu benda asing, lalu refleks menyentuh matanya yang kelilipan tanpa cuci tangan.


Jika kita bisa menjaga tubuh agar tetap sehat dengan istirahat yang cukup, Olahraga cukup, Berjemur di sinar matahari, dan makan makanan bergizi, maka Insyaallah meskpiun ada virus masuk ke tubuh kita, sistem imun sudah siap sedia berperang melawan virusnya, dan justru membuat tubuh kita semakin kuat melawan virus tersebut kedepannya.

Efek dari menjaga tubuh kita tetap sehat tidak hanya agar sistem imun sanggup melawan virus. Namun yang lebih penting adalah, mencegah agar kita tidak paranoid atau parno berlebihan dengan virus ini.

Ketakutan terhadap virus bisa lebih berbahaya daripada virus itu sendiri. Jika kita sudah Paranoid, ini tidak hanya merugikan diri kita sendiri, tapi juga merugikan orang lain. Orang lain disekitar kita pun akan jadi tidak nyaman jika kita parno yang berlebihan. Rasa takut secara ilmiah justru bisa membuat sistem imun kita lemah, dan meningkatkan potensi terserang virus dan penyakit lainnya.

Dengan memiliki tubuh yang sehat, menjaga pola makan yang sehat, olahraga, dan pola hidup sehat lainnya, kita tidak hanya membentengi tubuh kita dengan sistem imun yang kuat, tapi juga menjaga pikiran kita tetap positif, sehingga perlahan semua akan pulih seperti sedia kala.

Olahraga, tidak perlu terlalu lama. 10-15 menit saja setiap hari sudah cukup jika olahraga tersebut dilakukan setiap hari dengan intensitas yang cukup, sehingga jantung bisa terpacu memompa darah keseluruh tubuh dengan optimal.

Sinar matahari juga tidak kalah penting, dan banyak riset yang menunjukkan bahwa sinar matahari bisa mengaktifkan provitamin D menjadi vitamin D, yang efektif membantu tubuh mencegah virus. Vitamin D yang baik itu didapati dari makanan sehat dan berjemur di sinar matahari. Bukan dari tablet vitamin yang dibeli di toko obat.

Dan tentunya yang tidak kalah penting, makan makanan sehat. Saya rasa pembaca disni sudah sangat pintar dan tidak perlu dijelaskan panjang lebar tentang makanan sehat. Makanan sehat adalah makanan yang sudah tersedia dialam. Buah, Sayur, protein nabati dan hewani. Real food yang kita beli di pasar dan dimasak didapur sendiri. Bukan yang dibeli dari pajangan rak supermarket.

Mari sempatkan waktu masak makanan sehat. Hanya butuh maksimal 45 menit, namun ini akan sangat membantu kita menjaga tubuh yang senantiasa sehat dan kuat. Juga hemat!

Semoga kita selalu diberi kesehatan. 
Aamiin.

Sabtu, 05 Desember 2020

Sedikit Membahas Korupsi Bantuan Sosial Yang Dilakukan Mentri Sosial

Sedikit Membahas Korupsi Bantuan Sosial Yang Dilakukan Mentri Sosial

 

Baru-baru ini kita melihat berita yang cukup mengejutkan sih, tapi mungkin kita gak kaget-kaget amat melihat berita ini. Korupsi Bantuan Sosial yang justru dilakukan oleh Mentri Sosial itu sendiri.

Bantuan sosial, dimanapun negaranya, amat sangat rawan dikorupsi. Apalagi dalam masa Covid seperti sekarang ini, dimana banyak sekali Bansos yang digelontorkan negara untuk rakyat, dan diuber-uber presiden biar dananya segera dihabiskan. Maka duit sebanyak itu tentunya menggoda iman dan takwa bagi  para pejabat yang terlibat didalamnya.

Kali ini yang diberitakan adalah Bansos yang dikorupsi oleh Mentri beserta jajarannya. Bisa jadi banyak juga korupsi bansos di tingkat pejabat Provinsi, lalu dikorupsi lagi oleh pejabat tingkat kabupaten/kota, lalu dikorupsi lagi oleh pejabat tingkat RT/RW, Akhirnya, hanya sedikit yang benar-benar sampai ke rakyat.

Eh tapi ini asumsi buruk Saya aja. Semoga semua pemerintah amanah menyalurkan Bansos TEPAT SASARAN ke rakyat. Wallahua'alam, semoga saya salah.

Robert Kiyosaki pernah berkata: "Jangan terlalu berharap pemerintah akan mengurusmu dan peduli padamu. Sebagian mungkin iya, tapi banyak juga yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Jadi, pastikan kamu belajar tentang mengurus uangmu sendiri"

BTW, Terima kasih KPK yang terus berantas korupsi tanpa pandang Bulu. 
#KamiBersamaKPK #KawanAksi #AntiKorupsi


Sabtu, 31 Oktober 2020

Ayo Jaminkan Setiap Rupiah Kita Dengan Emas!

Ayo Jaminkan Setiap Rupiah Kita Dengan Emas!




Saya masih ingat, awal tahun 2019 lalu saya membuka rekening tabungan emas di Pegadaian.

Produknya pegadaian ini menarik minat saya, karena kita bisa beli emas dan langsung otomatis terdeposit dalam akun rekening emas milik kita.  Jadi konsepnya adalah menabung emas, dimana nilainya bisa naik dan turun sesuai nilai emas saat itu.

 

Kalau kita punya 11 juta rupiah, maka rekening pegadaian kita akan berisi 10 gram emas. BUKAN rupiahnya, tapi gram emasnya. Emas ini pun nantinya bisa dijadikan bentuk emas fisik jika diinginkan. Dengan tambahan biaya tentunya

 

Tentunya ini bukan tabungan yang ditujukan untuk jangka pendek, karena ada selisih harga jual dan harga beli emas. Pastinya harga kita beli emas, akan lebih mahal daripada harga kita jual emas. Beda harganya bisa sekitar 80ribu sampai dengan 100 ribu per gramnya.

 

Meski begitu, saya tetap tertarik, karena kita tidak perlu pusing simpan emas di rumah, yang bisa khawatir dicuri atau dirampok orang jahat.

 

Tahun 2020, ada juga produk rekening emas serupa bernama Dinaran, dimana setiap rupiah yang kita simpan di Bank Dinaran, akan dikonversikan langsung dengan emas. Lebih keren lagi, karena Dinaran sudah terintegrasi dengan sistem pembayaran GPN, kita bisa langsung pakai emas kita untuk transaksi di merchat yang menggunakan EDC GPN di seluruh Indonesia. Bahkan sedang dalam tahap pengembangan pembayaran untuk sistem Barcode QRIS Payment

 

Dinaran ini akan mengkonversikan rupiah kita langsung kedalam gram emas. Misal kita punya 11 juta, dan dimasukkan kedalam rekening dinaran, maka yang muncul adalah nominal 10 gram emas. Emas ini apabila ingin dibelanjakan, sistemnya akan otomatis merubah kembali emas tersebut menjadi rupiah, barulah uangnya bisa digunakan untuk belanja, atau transfer ke rekening bank lain.

 

Ini adalah produk yang menurut saya sangat cerdas dan revulusioner. Dalam jangka panjang, bisa jadi akan menyelamatkan nasib keuangan banyak orang.

 

Kita sudah tahu bahwa dalam sistem ekonomi yang berjalan saat ini, ada “pencuri misterius” bernama INFLASI. Dibilang misterius karena dia tidak mencuri fisik nominal uang kita, tapi dia bisa mencuri Nilai atau Value dari uang kita.

 

Uang kertas 3 Juta sekarang bisa beli kambing besar. Uang kertas 3 juta yang sama sekarang, 10 tahun lagi mungkin cuman bisa beli kambing kecil, dan 30 tahun lagi mungkin cuman bisa buat beli Ayam.

 

Jadi, ada yang “mencuri” uang kita. Dan pencuri misteris itu bernama Inflasi.

 

Beruntungnya, Inflasi ini tidak bisa mencuri value dari logam mulia (precious metal), seperti Emas dan perak. Emas, perak, perunggu, sudah terbukti ribuan tahun lalu, sejak zaman romawi kuno hingga detik ini, Sebagai instrumen keuangan yang solid nilainya.

 

3 gram emas setibu tahun lalu bisa beli kambing. 3 gram emas sekarang bisa beli kambing. 3 gram emas seribu tahun kedepan pun akan bisa buat beli kambing.

 

Jadi, masih belum mau nabung emas dan perak?


 

Selasa, 27 Oktober 2020

Emas Dan Terpuruknya Rupiah - Part 3

Emas Dan Terpuruknya Rupiah - Part 3




Sejak pandemi Covid 2020, Pemerintah sudah mencetak banyak sekali uang rupiah (Masukkan nilainya). Hal ini terjadi karena masyarakat menahan uangnya, berusaha berhemat disituasi kondisi ekonomi yang sulit. Suatu hal yang tentunya umum dilakukan ketika ekonomi sulit, masyarakat tentunya hanya akan membeli kebutuhan yang bersifat pokok saja.

 

Dalam kondisi seperti ini, alih-alih mengatasi faktor utama yang memperlambat ekonomi, pemerintah nampaknya memilih untuk terus-terusan cetak duit dan berutang.

 

Tidak heran beberapa hari lalu, Indonesia mendapat peringkat negara ke 7 penghutang terbesar di Asia, dan peringkat 1 negara penghutang terbesar di Asia tenggara. Sebuah prestasi yang bikin geleng-geleng kepala.

 

Sebelumnya kita sudah bahas tentang Emas dan perak sebagai salah satu intrumen yang solid nilainya sejak ribuan tahun lalu, dan kita sudah membahas bahwa sejak uang kertas tidak lagi dijamin oleh emas dan perak pada tahun 1971, maka uang kertas adalah UTANG yang nilainya bisa anjlok kapan saja.

 

Saya masih ingat tahun 2019 lalu, saya beli emas dengan harga 690.000 per 1 gram di Gerai pegadaian. Bulan oktober 2020 ini, 1 gram emas yang sama, bernilai lebih dari 1 juta rupiah. Dalam 1 tahun saja, nilai emas terhadap rupiah sudah "meningkat" 30%.

 

Bagi saya, Emas adalah instrumen mempertahankan nilai dari mata uang. Bukan Investasi. Bagi Anda yang ingin menganggap Emas sebagai "Investasi" ya silahkan saja. Sah-sah aja, dan banyak juga yang beranggapan demikian, karena dunia Internasional pun memperlakukan Emas dan perak sebagai "Komoditas", Sehingga bisa di "trading", dan ada juga "Bandar" yang mengatur harganya.

 

Namun mari kita kritisi sedikit. Bagi saya, Emas adalah Emas. Emas bukan instrumen Investasi. Investasi itu bagi saya adalah sesuatu yang "tumbuh dan berkembang"

 

Emas dan perak yang Saya punya tidak pernah "tumbuh dan berkembang". 100 gram emas yang saya miliki sekarang, 10 tahun kemudian, 20 tahun kemudian, 30 tahun kemudian,

100 gram emas akan tetap 100 gram emas. Tidak tumbuh. tidak berkembang.

 

Tapi yang menarik adalah, Emas dan perak selalu bisa menjaga kestabilan nilainya sendiri. 1400 tahun lalu, 2,5 gram emas bisa beli 1 kambing. Sekarang, 2.5 gram emas bisa beli kambang. Dan saya pun percaya 1000 tahun kedepan, 2.5 gram emas akan tetap bisa beli kambing.

 

Berbeda dengan uang kertas. Rp 2.5 juta sekarang kita bisa beli kambing. 50 tahun lagi, jika pemerintah terus-terusan cetak uang dan berutang, apakah 2,5 juta bisa beli kambing? Saya yakin tidak. mungkin 2.5 juta hanya bisa untuk beli 1 ekor ayam.

 

Ya, ini adalah yang disebut Inflasi. Berkurangnya nilai mata uang akibat bertambahnya jumlah uang beredar di masyarakat secara massif dan terus menerus.

 

Inflasi adalah sistem paling cerdas untuk "Mencuri" dari penduduk masyarakat suatu negara, RP 2.5juta yang saat ini bisa saya pakai untuk beli kambing, 50 tahun lagi hanya bisa beli ayam. Sederhana saja, Kemana kambing saya? Dicuri oleh sistem bernama "Inflasi"

 

2020 ini, semakin menyadarkan kita, bahwa sistem keuangan seluruh dunia semakin menunjukkan kebobrokkannya. Harga emas yang semakin melambung tinggi, harusnya semakin menyadarkan kita, bahwa uang kerta kita "tidak baik-baik saja" 

Semakin melambung harga emas di suatu negara, semakin buruk ekonomi negara tersebut, dan semakin menegaskan betapa lemahnya mata uang negara tersebut.

 

Jadi, yuk mulai koleksi emas dan perak.

sekarang!


Jumat, 23 Oktober 2020

Emas Dan Terpuruknya Rupiah - Part 2

Emas Dan Terpuruknya Rupiah - Part 2

 


kita wajib sadar, bahwa uang kertas yang saat ini kita pegang bernilai "semu", tanpa jaminan logam mulia didalamnya. Harganya bisa naik turun sesuai kebijakan pemerintah, yang sayangnya, sering kali nilainya akan semakin turun.

 

Uang kertas saat ini hanyalah kertas, yang nilainya dijamin oleh logo burung garuda, logo Bank Indonesia, dan tandatangan presiden serta mentri keuangan.

That's it, and that's all.

 

Maka jangan heran, nilainya bisa berkurang tanpa kita sadari. 10 tahun lalu, uang Rp 10.000 bisa beli 2kg beras. Sekarang uang dengan nominal yang sama hanya bisa beli 1kg beras.

 

Tentunya Anda masih Ingat, bahwa pada tahun 1971, Presiden Amerika Serikat, Richard Nixon Menghapus aturan bahwa uang kertas wajib dijamin oleh emas. Maka sejak saat itu, Uang kertas yang saya dan Anda pegang saat ini adalah UTANG.

 

Tidak sampai di situ, Bank didunia pun membuat aturan bahwa pemerintah boleh mencetak uang "sesuka hati mereka" dengan hanya menngunakan "BOND" atau "Surat Utang" atau "Obligasi". Sama saja. Intinya, setiap kali pemerintah cetak uang, atau print money, maka pasti akan meningkatkan utang negara.

 

Jadi uang kertas adalah utang, dan mencetak uang yang didasarkan pada utang akan semakin meningkatkan utang. Belum lagi memperhitungkan bunga dari setiap rupiah uang yang dicetak. Hal ini menjadikan utang, dalam utang, dalam utang, dan semakin banyak negara terpuruk pada utang.

 

Cetak uang tanpa didasari jaminan aset atau proyek, akan membuat jumlah uang beredar bertambah dan Inflasi meningkat. Beras yang dulunya seharga Rp 5.000 per kilo, karena ada terlalu banyak uang rupiah beredar, maka harganya menjadi Rp 10.000 per kilo.

 

Anda tentunya mulai sadar dengan kondisi ekonomi di tahun 2020 ini. Ini adalah masa yang sulit, dimana banyak sektor pereokonomian terpuruk, daya beli turun, dan menyebabkan deflasi di berbagai titik. Meskipun saat ini deflasi terus terjadi, pemerintah terus-terusan cetak uang, terus-terusan tambah utang, dengan harapan ekonomi bisa segera bergerak normal.

 

Jadi, sudah dapat gambaran kan, ketika satu atau dua tahun kedepan, ketika ekonomi perlahan pulih, dan uang beredar di masyarakat ada sangat banyak, maka apa yang akan terjadi setelahnya?

 

Yes, gelombang Inflasi besar-besaran. Semoga pemerintah sudah antisipasi, dan dollar bisa segera kembali ke 12.000. Eh, mungkin gak ya?

Rabu, 21 Oktober 2020

Emas Dan Terpuruknya Rupiah - Part 1

Emas Dan Terpuruknya Rupiah - Part 1


Kita tahu bahwa Emas dan perak menjadi instrumen keuangan yang solid sejak ribuan tahun lalu. Telah dibuktikan dalam sejarah kestabilannya,  dan dianjurkan dalam agama untuk transaksi menggunakan dua instrumen ini.

Dulu, setiap uang kertas dijamin dengan emas termasuk INDONESIA. Di Era pemerintahan presiden Soekarno, beliau dengan cerdas membuat sistem keuangan yang solid untuk rakyat indonesia melalui dekrit No. 19 tahun 1946, yang menyatakan bahwa setiap ORI (Oeang Republik Indonesia) wajib dijamin oleh emas. Saat itu, setiap Rp 2, senilai dengan 1 gram emas.

 

Namun sejak 1971, Presiden Amerika Serikat Richard Nixon memutuskan bahwa uang kertas dollar tidak lagi diback-up dengan emas. Hal ini pun disepakati IMF dan world bank,  sehingga menjadi sistem yang diterapkan di seluruh dunia, termasuk INDONESIA.

 

Setelah 1971, Uang kertas di seluruh dunia TIDAK LAGI di back-up emas atau perak. Maka seketika itu juga, Uang kertas di Seluruh  dunia adalah UTANG.

 

Belum selesai sampai di situ, penggunaan emas pun semakin dibatasi. Setelah jaminan emas di cabut oleh Presiden Nixon tahun 1971, Amerika MELARANG rakyat sipil untuk memiliki emas atau perak. Semua yang memiliki Emas dan Perak adalah Illegal, Dianggap kriminal dan terancam dipenjara

 

Hal yang sama terjadi di Indonesia. Ya, meskipun tidak sekejam Amerika. Pemerintah menerbitkan Peraturan UU Nomor 7 Tahun 2011 yang berbunyi: "setiap orang yang tidak menggunakan rupiah dalam setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran dan transaksi keuangan lainnya akan dikenakan pidana denda maksimal Rp 200 juta dan pidana kurungan maksimal satu tahun"

 

Pemerintah Indonesia memberlakukan Emas sebagai "Komoditas", Bukan sebagai "alat tukar". Jadi, emas dianggap sama seperti minyak, gas, batu bara, dan semisalnya. Memiliki Emas di Indonesia sebagai komoditas adalah legal. Namun menggunakan emas sebagai alat tukar adalah Illegal. Bisa terancam didenda dan dipenjara.

 

Tentunya ada alasan dibalik dilarangnya penggunaan emas dan perak di seluruh negara di dunia, yang akan kita bahas nanti.


Selasa, 13 Oktober 2020

Gaji 8 Juta, Yang Satu Kaya Raya, Yang Satu Ngepas, Yang Satu Miskin. Kok Bisa?

Gaji 8 Juta, Yang Satu Kaya Raya, Yang Satu Ngepas, Yang Satu Miskin. Kok Bisa?

 

Ada salah satu resep kecukupan dalam keuangan yang sebenarnya sudah diketahui oleh semua orang, Namun seringkali jarang diterapkan. Yaitu bersyukur.

Bersyukur dengan segala yang sudah kita miliki dan nikmati hingga saat ini, Yang ajaibnya, sifat  bersyukur ini bisa membuat kita merasa senantiasa cukup, bahkan mampu menggerakkan hati kita untuk bisa bersedekah atau berderma kepada orang lain.

Pernahkah teman-teman memperhatikan, bahwa pendapatan setiap orang sama sekali tidak menjamin kekayaan yang dimilikinya?

Misalnya, ada 3 orang yang bekerja di perusahaan yang sama, dengan gaji yang kurang lebih sama. Misalnya kita sebut saja, gajinya 8 jt per bulan. Yang pertama bisa hidup lebih dari cukup. Bisa jalan-jalan ke luar negeri, dan beli barang branded.

Yang kedua hidupnya ngepas aja, masih bisa nabung sih, tapi gak sampai hidup yang terlalu glamor. Sementara yang ketiga, gaji 8jt per bulan namun masih berkekurangan. Masih perlu cari hutangan sana sini. Kira-kira, mengapa hal ini bisa terjadi?

Hal ini terjadi karena ada banyak sekali faktor yang mempengaruhi keadaan finansial setiap orang, dan setiap orang dengan latar belakang berbeda tentunya akan memiliki masalah yang berbeda juga. Dari contoh 3 orang yang tadi, meskipun mereka bertiga memiliki penghasilan yang sama, namun latar belakang mereka sama sekali berbeda, sehingga keadaan finansialnya juga berbeda.

Yang pertama, masih lajang dan tinggal di rumah orang tua. Makan sehari-hari pun masih disediakan oleh orang tua. Sehingga hampir semua gajinya bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk kebutuhan primer dan sekunder, namun juga tersier, seperti travelling dan beli barang branded.

Yang kedua, adalah seorang kepala keluarga yang punya 3 orang anak, Dimana semua sudah masuk masa sekolah di kota besar di jakarta. Gaji 8 juta, untuk keluarga ini yang hidup di jakarta, bisa dibilang jumlahnya ngepas aja.

Jika penghasilannya sudah dikurangi dengan biaya sewa rumah, uang sekolah anak, dan kebutuhan pokok harian, maka mungkin hanya tersisa 10% sampai 20% untuk tabungan. Belum lagi dana darurat yang harus dipersiapkan jumlahnya juga. Cukup besar bagi keluarga dengan 3 orang anak.

Lalu yang ke 3, orang dengan gaji 8 juta namun masih sangat kurang bahkan harus cari hutangan. Kasusnya bisa bermacam-macam. Misalnya, mungkin ibunya mengalami sakit berat seperti kanker yang memakan biaya berobat sangat mahal, sehingga gajinya tidak cukup.

Mungkin juga kepala keluarga ini harus menanggung tidak hanya beban anak istrinya sendiri, namun juga harus menanggung kehidupan orangtuanya dan kedua mertuanya. Sehingga jumlah yang hidup dalam tanggungannya ada 7 orang.

Belum lagi orang tua biasanya memiliki kesehatan yang tidak terlalu baik, sehingga harus rutin juga keluar uang untuk berobat. Jadi merencanakan keuangan bagi setiap orang sangat berbeda beda, dan tidak ada formu atau rumus yang pasti bisa sama ditetapkan untuk semua orang, karena kondisi setiap orang berbeda-beda.

Satu-satunya partner terbaik untuk merencanakan dan mendiskusikan keuangan adalah pasangan atau keluarga kita, orang-orang yang kita percaya dan akan membantu kita dalam kondisi sesulit apapun.

Jadi, yuk mari bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini,
Dan bila perlu, yuk bantu juga mereka yang membutuhkan,
Terutama disaat masa-masa sulit seperti sekarang ini.




Selasa, 06 Oktober 2020

Pentingnya Menyediakan Rekening Terpisah, Kamu Sudah Siapkan?

Pentingnya Menyediakan Rekening Terpisah, Kamu Sudah Siapkan?


Sebelumnya kita sudah memahami bahwa ada beberapa pos alokasi keuangan yang perlu direncanakan pengeluarannya sejak dini. Untuk bisa mengatur kelancaran pembagian pos pengeluaran bulanan seperti ini, biasanya agak tricky.

Sebagian orang yang telaten mungkin bisa mengatur uangnya hanya dengan satu rekening saja. Namun, bagi saya pribadi, Punya satu rekening bank, agak menyulitkan. Untuk itu, agar bisa memaksimalkan anggaran lebih baik lagi, Akan lebih mudah jika  kita memiliki paling tidak 3 rekening terpisah.

Yang pertama, rekening khusus dana darurat.
Kita bisa tempatkan dana darurat di deposito. Deposito mungkin tidak memberikan imbal hasil yang besar. Jika dibandingkan reksadana atau saham. Namun fungsi utama dari dana darurat adalah Dana yang harus bisa segera dikeluarkan saat kondisi darurat terjadi.

Sehingga return investasi yang kecil tidak jadi masalah. Yang penting aman, dan bagus juga kalau Return investasinya bisa impas dengan inflasi. Beberapa bank sudah menyediakan fasilitas deposito otomatis dalam aplikasi mobile banking, yang menjadi satu dengan rekening utama, Untuk memudahkan nasabah dalam buka rekening deposito. Sehingga sangat mudah bagi kita untuk mengatur alokasi keuangan tersebut.

Rekening berikutnya yang perlu dipersiapkan terpisah adalah, Rekening belanja bulanan, dengan rekening untuk dana senang-senang. Ini cukup penting, agar kita tidak bingung uang yang ada larinya kemana saja. Rekening buat beli beras bulanan jangan disamakan dengan rekening buat beli kopi di café. Nah sekarang dengan semakin canggihnya dunia perbankan,

Beberapa bank sudah menyediakan fitur pembuatan rekening terpisah dalam satu aplikasi saja. Jadi kita gak pelu ribet buka rekening di banyak bank. Dalam satu platform, bisa ada beberapa rekening. Bahkan ada juga satu rekening khusus yang didedikasikan untuk bisnis. Jadi, coba tanyakan ke bank yang jadi tujuanmu ya,

Apakah sudah punya fitur multi rekening ini. Karena ini akan sangat membantu dan memudahkan. Idealnya, setiap pos alokasi keuangan apapun, perlu dibuatkan rekening terpisah. Meskipun tentunya tidak semua harus di bank.

Misalnya, untuk tujuan jangka panjang lebih dari 20 tahun, Seperti dana pensiun, baiknya tidak ditaruh di perbankan. Bisa dicoba alokasikan di reksadana campuran atau reksadana saham, Karena masa waktunya masih panjang, Sehingga bisa coba menggunakan instrumen investasi dengan return investasi yang sedikit lebih tinggi, dan resiko yang tetap terukur.

Untuk alokasi asuransi dan pembayaran cicilan bulanan, Bisa langsung menggunakan fitur auto debt dari rekeing utama. Nah dengan begini, akan lebih mudah melacak pengeluaran kita kemana saja, Dan menghindari kita dari pengeluaran-pengeluaran “siluman”.

Begitu aja kok. Gampang kan atur uang.
Lebih susah cari uang sih sebenernya, kan.




Kamis, 01 Oktober 2020

Millenial, Ini Alasan Penting Mengapa Kamu Wajib Coba Catat Pemasukan Dan Pengeluaran

Millenial, Ini Alasan Penting Mengapa Kamu Wajib Coba Catat Pemasukan Dan Pengeluaran

 

Pernah gak sih, kalian merasa duit kok cepet banget habisnya? Keluarnya tuh kemana aja, gak kerasa tahu tahu kantong udah tipis aja, padahal gajian masih seminggu lagi. Barangkali ini adalah keluhan kita bersama.

Iya, kita. Saya juga sesekali mengalami hal ini.

Jadi video kali ini selain untuk sharing ilmu, Juga sebagai pengingat bagi diri saya sendiri. Ada bocor-bocor halus uang keluar, yang sebenarnya itu tipis sekali, gak kerasa. Tapi ternyata kalau diakumulasikan sebulan bisa lumayan banget jumlahnya.

Duit yang keluarnya mungkin cuman seribu dua ribu, Tapi sering dikeluarkan setiap hari. Misalnya, bayar parkir yang satu jam nya dua ribu rupiah. Dan dalam sehari mungkin bisa dua atau tiga kali parkir. Dalam sebulan itu jumlahnya udah bisa hampir 100.000 s/d 150.000.

Atau buat kamu yang males bawa botol minum dari rumah. Lebih suka beli minum sambil jalan. Gak berat, dan begitu habis langsung buang. Air mineral itu satu botolnya 3000-an, bahkan ada yang 5.000an. Kalau sehari perlu 2 botol, nah sebulan udah tiga ratus ribuan aja kan.

Belum lagi kalau kamu tipe yang hobi minum minuman kekinian, Seperti boba, cheese tea atau harus minum di coffee shop. Wah kalau ini bisa-bisa bukan bocor halus lagi.

Tapi ini mungkin gak seberapa. Ada sumber kebocoran yang barangkali menjadi masalah utama. Yaitu, dompet elektronik seperti ovo, gopay, shopee pay, dan dana.

Seringkali kita abai menghitung pengeluaran dari dompet elektronik. Terutama bagi para pemburu diskonan, yang punya semua jenis dompet elektronik. Jadi bisa menyesuaikan merchant mana yang bisa memberi keuntungan diskon maksimal. Karena alokasi duitnya terpencar-pencar, maka agak sulit melacak jalur keluarnya.

Beda dengan pegang duit kertas. Kalau pakai duit kertas, Ketika kita mengeluarkan lembaran demi lembarannya, Berasa banget jumlah uangnya semakin berkurang. Kita bisa “pegang” duit yang keluar itu. Tapi dengan dompet elektronik, Keluarnya uang seakan seperti tidak berasa.

Oleh karena itu, sebuah penelitian menunjukkan, Orang cenderung spending money 30% lebih banyak ketika pakai dompet elektronik, Dibandingkan ketika pegang duit kertas biasa. Apalagi, dompet elektronik banyak menawarkan diskon-diskon khusus bagi pengguna uang elektronik tersebut.

Kita yang pada awalnya tidak berminat sama sekali membeli produk tertentu, mendadak jadi kepengen beli, Karena merasa “sayang” ada diskon dan cash back setengah harga. Kehadiran uang dan dompet elektronik tentunya memiliki banyak dampak positif. Salah satunya, adalah kemudahan transaksi dimana saja, Juga benefit dimana kita bisa menikmati diskon dan promo khusus tertentu.

Dan meningkatnya spending pengguna uang elektronik pun sebenarnya bukan hal yang selalu buruk. Dengan meningkatnya spending, maka perekonomian suatu daerah akan berputar lebih cepat akibat cepatnya uang beredar di masyarakat.

Sehingga di satu sisi, hal ini bisa memberikan dampak yang sangat positif bagi perekonomian secara makro, namun tentunya, kita tetap harus mempertimbangkan dan memperhitungkan pengeluaran dari dompet elektronik ini.

Bagaimanapun, dalam merencanakan keuangan yang baik dan benar adalah, kita harus mengetahui kemana saja kira-kira uang kita mengalir. Bocor-bocor halus yang sulit dirincikan bisa saja kita alokasikan pada pos “pengeluaran tak terduga”, misalnya.

Budget untuk menikmati diskon-diskon khusus bisa kita alokasikan pada pos “kesenangan” atau saya sering sebut pos “foya-foya”. Jadi, mengatur keuangan sebenarnya gampang kan.

Jangan sampai bingung lagi ya, gajian bulan ini keluar buat apa aja.



Selasa, 29 September 2020

Lembaga Dan Penyedia Jasa Keuangan Yang Wajib Kamu Tahu

Lembaga Dan Penyedia Jasa Keuangan Yang Wajib Kamu Tahu

 


Kita bahas sedikit tentang beberapa Lembaga dan penyedia jasa keuangan di Indonesia, Agar lebih paham tentang bagaimana mekanisme dan cara negara mengatur Instrumen keuangan di Indonesia

Yang pertama adalah Bank Indonesia.
Bank Indonesia berbeda dengan bank umum komersil. Ini adalah Bank Sentral yang berfungsi untuk mengatur dan menjaga kestabilan nilai tukar rupiah, termasuk mengedarkan uang rupiah di Indonesia. Bank Indonesia juga mengatur bank umum komersil lainnya.

Yang kedua, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
OJK ini ibaratnya polisi dalam dunia lembaga keuangan, dimana OJK bertugas mengatur, mengawasi, menyelidiki, dan memeriksa seluruh kegiatan di sektor Jasa keuangan.

OJK ini memiliki fungsi yang sangat vital dalam kegiatan Jasa keuangan. Oleh karena itu, penting bagi kita, sebelum melakukan investasi atau menyimpan dana, untuk memastikan apakah perusahaan tersebut sudah terdaftar OJK atau belum.

Yang ketiga adalah LPS, atau Lembaga Penjamin Simpanan.
LPS ini fungsinya menjamin simpanan nasabah di perbankan, sehingga meningkatkan rasa percaya masyarakat untuk menyimpan dana mereka di Perbankan. Jadi kurang lebih LPS ini fungsinya mirip seperti asuransi untuk Bank umum. Kalu-kalau ada masa krisis terjadi, LPS akan menjamin kerugian dana nasabah yang tersimpan di perbankan.

Yang keempat adalah Perbankan. 
Sepertinya sudah banyak yang tahu ya, gak akan kita bahas banyak. Intinya, ini adalah lembaga untuk kita melakukan simpan pinjam. Produk yang disediakan meliputu Tabungan, Deposito, pemberian Kredit, baik kredit konsumtif maupun kredit produktif, juga penyediaan jasa save deposit box.

Yang kelima, Perusahaan Manajemen Investasi.
Mereka adalah perusahaan resmi yang memiliki izin dari OJK untuk mengelola dana portofolio nasabah secara kolektif di Pasar Modal. Produk yang mereka jual dikenal dengan nama Reksadana, dimana dana nasabah secara kolektif akan diinvestasikan pada produk-produk di pasar modal.

Yang Keenam adalah Perusahaan Sekuritas.
Singkatnya, mereka adalah perusahaan yang memiliki izin untuk melakukan perdagangan efek atau Penjamin emisi efek. Oh iya, efek itu dalam bahasa inggrisnya disebut “Security”, yang artinya segala jenis surat berharga yang bernilai dan bisa diperdagangkan. Jadi maksudnya perusahaan Efek itu, berarti perusahaan ini memiliki izin untuk memperdagangkan sertifikat, saham, obligasi, reksadana, atau surat berharga lainnya yang sesuai dengan regulasi pemerintah.

Nah profesi di perusahaan investasi tidak sembarangan. Beberapa diantaranya membutuhkan sertifikasi profesi khusus, Seperti sertifikasi untuk menjadi Wakil Perantara Perdagangan Efek (WPPE) yang biasanya disebut Broker Dealer, lalu ada juga Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) yang biasanya disebut underwriter, juga ada Wakil Manajer Investasi yang biasanya disebut Fund Manajer atau Investment Company.

Nah, Jadi, untuk bisa mengelola dana nasabah secara resmi dan sesuai dengan regulasi yang berlaku, prosesnya tidak sembarangan. Orang tersebut harus lulus sertifikasi profesi terlebih dahulu. Maka kalau sampai ada yang menawarkan produk investasi pasar modal, tanya dulu pengelolanya apakah resmi terdaftar di OJK, dan pengelolanya memiliki sertifikasi profesi resmi?

Jadi, sekarang sudah tahu kan bedanya Bank Mandiri, Mandiri Investasi, dan Mandiri Sekuritas?