15 Tips Membuat CV / Resume Yang Baik (Berdasarkan Pendapat Ahli Resume)

Tahukah kamu, rata-rata perusahaan hanya membutuhkan waktu 6 detik saja untuk membaca sebuat CV/Resume. ya, 6 detik! Jadi, perhatikan hal ini sebelum CV kamu dikirim ke perusahaan.

1.  Tidak perlu alamat lengkap.
Perhatikan CV yang kamu buat. Apakah disana kamu tulis alamat dengan sangat lengkap sampai-sampai menyertakan RT/RW, kelurahan, kecamatan? Jika iya, maka silahkan diganti. Sekarang urusan surat-menyurat dilakukan dengan email. Perusahaan tidak perlu alamat lengkapmu. Selain itu menulis alamat lengkap di CV juga bisa jadi berbahaya karena itu termasuk identitas pribadi. 

Tips: Cukup tuliskan kota dan provinsi atau kota dan negara (internasional) saja. 
ex: Tangerang, Banten. / Jakarta, Indonesia.

2. Siapkan Email yang baik.
Jika kamu menggunakan nama alay di Email-mu, maka silahkan buat alamat email baru yang lebih profesional. lebih bagus lagi jika kamu menyediakan satu akun email yang memang khusus digunakan untuk tujuan job seeking, agar kamu lebih mudan mengkoordinirnya.

3. Satu lembar saja.
Dalam satu kali proses perekrutan di perusahaan besar, jumlah pelamar bisa mencapai lebih dari 1000 orang. Manager HRD rata-rata hanya punya waktu 6-7 detik membaca sebuah CV. Butuh waktu paling tidak 1 detik untuk membalik halaman. Jadi usahakan hanya gunakan satu lembar CV saja, kecuali jika kamu adalah profesional dengan pengalaman lebih dari 5 tahun, maka perusahaan akan meluangkan waktu lebih banyak.

4. Hindari kalimat yang sudah seharusnya.
Jangan menuliskan kalimat-kalimat seperti "Saya pekerja keras", "Saya rajin dan berdedikasi", atau semisalnya. Karena kalau kamu mau bekerja di suatu perusahaan, maka sudah seharusnya kamu bekerja keras dan rajin!

5. Hindari kata personal seperti "Saya" dan "Aku".
Tentu sudah jelas bahwa semua yang ada didalam CV adalah tentang diri kamu. Dalam menulis CV/ resume, lebih baik  gunakan sudut pandang orang ke-3.

6. Jangan tuliskan pengalaman yang tidak berhubungan
Jika kamu melamar di bagian akunting, maka kamu tidak perlu menuliskan pengalamanmu menjadi penari atau penyanyi. Apalagi jika pengalaman tersebut sudah sangat lama. Hal ini hanya membuang waktu dan tempat. Ingat, hanya butuh 6 detik untuk membaca sebuah CV!

7. Tidak perlu foto!
Seriously, you don't need to attached your photo. Jika perusahaan perlu foto, maka mereka PASTI akan minta. Jika tidak, maka tidak perlu diberikan. Melampirkan foto pada resume hanya akan membuang-buang tempat. Selain itu, foto juga berpotensi menimbulkan rasisme.

8. Hindari informasi tidak penting.
Informasi seperti Hobi, tinggi badan, berat badan, agama, golongan darah, tipe kepribadian, dan sebagainya, adalah informasi yang tidak penting. Kalau memang dibutuhkan, maka perusahaan tersebut PASTI akan minta. jadi, jangan buang waktu dan tempat untuk menulis informasi yang tidak penting tersebut.

9. Perbanyak kata-kata yang menunjukkan prestasi.
Kata-kata seperti "Successfully", "Achieved", "Lead", "The best" bisa mendongkrak nilaimu.

10. Perhatikan ukuran font penulisan.
Disarankan ukuran font untuk Header adalah 13-16. Sedangkan font untuk body adalah 10-12. Sesuaikan dengan kebutuhan

11. Jangan sampai Typo.
Typo dalam CV atau Resume adalah kesalahan besar. Kamu akan dianggap sebagai orang yang tidak teliti.

12. Hindari grafik / perhitungan subjektif
Pernah lihat  titik-titik atau grafik serupa seperti gambar diatas? Perhitungan tersebut tentunya sangat subjektif dan tidak ada kriteria tertentu tentang nilai tersebut. Jangan anggap semua orang paham tentang penilaian tersebut.

13. Fokuskan pada prestasi dari jobdesk yang kamu miliki.
Misalnya, daripada hanya menulis "Menjadi koordinator pengumpulan dana dalam acara XYZ", lebih baik menulisnya menjadi "Menjadi koordinator dana dan berhasil mengumpulka 50.000.000 untuk acara XYZ"

14. Beri judul CV/Resume dengan baik.
Seorang pengusaha consultant pernah mengatakan kepada saya bahwa banyak orang yang ceroboh dan menamai CV, Resume, dan surat mereka secara asal-asalan. Nama yang digunakan seperti "CV ku yang terbaru", "CV Fix", "Resume paling baru", bahkan "Document(1)"

15. Gunakan format PDF.
Tidak semua format word/excel itu sama. Ada kalanya versi word/excel yang berbeda akan mengeluarkan hasil yang berbeda. apalagi jika CV/ resume tersebut dibuka lewat Smartphone, tentu bentuk dan formatnya dipastikan akan berantakan. Jadi, pastikan CV, resume, dan surat lamaran kerjamu dikirimkan dalam bentuk PDF ya. 


Jika kamu masih penasaran, berikut saya sertakan video-video tentang tips membuat resume yang baik.









Semoga bermanfaat!

You Might Also Like

0 Comments