WAJIB BACA! Ini Yang Gak Kalah Penting Mencegah Covid-19 Selain Pakai Masker, Cuci Tangan, Dan Jaga Jarak!


Yes, kita tahu sudah hampir satu tahun, Pandemi Covid menghantam perekonoiman di hampir semua negara didunia, tak terkecuali Indonesia. Wabah yang berkepanjangan ini bikin semua jenuh dan stres.
Kita gak bisa lihat ekspresi senyum dari pegawai Indomaret saat belanja. Sepele sih, tapi tentunya ini membuat sisi kita sebagai makhluk sosial tidak nyaman.

Ini belum seberapa. Fenomena wabah ini juga sukses membuat banyak bisnis tutup, dan jutaan orang di PHK. Menurut data kemenaker, sudah ada hampir 10 juta orang di PHK akibat pandemi. Jumlah yang sangat banyak tentunya, dan Ini berimbas pada keluarga dari mereka yang di PHK itu, yang berakibat keluarganya menjadi kelaparan, anaknya tidak bisa lanjut sekolah, dan bahkan kehilangan tempat tinggal.


Jumlah gelandangan pun meningkat selama masa pandemi, karena banyak yang tidak mampu membayar tempat tinggal. Disatu sisi, Menurut laporan Leads Property Indonesia, ada 21.501 unit apartemen yang tidak laku selama masa pandemi, dan ribuan unit rumah dan apartemen yang kosong tidak berpenghuni. Cukup Ironis, disatu sisi banyak yang butuh tempat tinggal, disisi lain banyak yang cari peyewa untuk unit propertinya. Namun supply-Demand ini tidak bertemu akibatnya mahalnya harga jual dan sewa properti bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.

Kita sepakat Covid memiliki masalah yang lebih besar daripada masalah pandemi. 
Yaitu masalah ekonomi.

Pemerintah, dokter, beserta satgas Covid berusaha mencegah penyebaran virus ini dengan mengkampanyekan 3M. Mencuci Tangan, Memakai Masker, dan Menjaga Jarak.
Selalu digembar-gemborkan setiap hari melalui semua media baik elektronik maupun non elektronik.

Namun Pemerintah jarang sekali mengkampanyekan pola hidup sehat selama masa pandemi Covid ini. Padahal memiliki imunitas yang baik merupakan faktor kunci untuk bisa survive dari virus ini. Saat ini jumlah orang yang terinveksi covid sudah tinggi, sehingga potensi tertular covid bisa datang dari mana saja, dari siapa saja, dan kapan saja.

Pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan, meskipun penting namun bisa jadi sudah banyak orang yang tanpa sadar kelupaan mematuhi protokol ini. 
Namanya juga manusia, bisa khilaf kapan saja. Mungkin dia habis pegang suatu benda asing, lalu refleks menyentuh matanya yang kelilipan tanpa cuci tangan.


Jika kita bisa menjaga tubuh agar tetap sehat dengan istirahat yang cukup, Olahraga cukup, Berjemur di sinar matahari, dan makan makanan bergizi, maka Insyaallah meskpiun ada virus masuk ke tubuh kita, sistem imun sudah siap sedia berperang melawan virusnya, dan justru membuat tubuh kita semakin kuat melawan virus tersebut kedepannya.

Efek dari menjaga tubuh kita tetap sehat tidak hanya agar sistem imun sanggup melawan virus. Namun yang lebih penting adalah, mencegah agar kita tidak paranoid atau parno berlebihan dengan virus ini.

Ketakutan terhadap virus bisa lebih berbahaya daripada virus itu sendiri. Jika kita sudah Paranoid, ini tidak hanya merugikan diri kita sendiri, tapi juga merugikan orang lain. Orang lain disekitar kita pun akan jadi tidak nyaman jika kita parno yang berlebihan. Rasa takut secara ilmiah justru bisa membuat sistem imun kita lemah, dan meningkatkan potensi terserang virus dan penyakit lainnya.

Dengan memiliki tubuh yang sehat, menjaga pola makan yang sehat, olahraga, dan pola hidup sehat lainnya, kita tidak hanya membentengi tubuh kita dengan sistem imun yang kuat, tapi juga menjaga pikiran kita tetap positif, sehingga perlahan semua akan pulih seperti sedia kala.

Olahraga, tidak perlu terlalu lama. 10-15 menit saja setiap hari sudah cukup jika olahraga tersebut dilakukan setiap hari dengan intensitas yang cukup, sehingga jantung bisa terpacu memompa darah keseluruh tubuh dengan optimal.

Sinar matahari juga tidak kalah penting, dan banyak riset yang menunjukkan bahwa sinar matahari bisa mengaktifkan provitamin D menjadi vitamin D, yang efektif membantu tubuh mencegah virus. Vitamin D yang baik itu didapati dari makanan sehat dan berjemur di sinar matahari. Bukan dari tablet vitamin yang dibeli di toko obat.

Dan tentunya yang tidak kalah penting, makan makanan sehat. Saya rasa pembaca disni sudah sangat pintar dan tidak perlu dijelaskan panjang lebar tentang makanan sehat. Makanan sehat adalah makanan yang sudah tersedia dialam. Buah, Sayur, protein nabati dan hewani. Real food yang kita beli di pasar dan dimasak didapur sendiri. Bukan yang dibeli dari pajangan rak supermarket.

Mari sempatkan waktu masak makanan sehat. Hanya butuh maksimal 45 menit, namun ini akan sangat membantu kita menjaga tubuh yang senantiasa sehat dan kuat. Juga hemat!

Semoga kita selalu diberi kesehatan. 
Aamiin.

Komentar