6 Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Melamar Kerja di Jobstreet

Jobstreet tentu tidak asing bagi para job seeker. Ada yang perlu waktu berbulan-bulan, ada yang hanya beberapa minggu, bahkan ada juga yang sama sekali belum pernah dipanggil ketika mengajukan lamaran kerja di Jobstreet.

Sebelum membuat akun Jobstreet, maka ada baiknya kita membuat CV yang baik dan menjual, karena CV penting untuk dilampirkan pada akun Jobstreet kita. Untuk tips membuat CV dari pakar yang ahli dibidangnya, silahkan kamu baca disini.

Jadi, apa saja yang perlu diperhatikan sebelum melamar kerja via Jobstreet? Dan bagaimana HRD manager melihat calon pegawai dari Jobstreet?

1. Kenali cara kerja SiVA
SiVA adalah fitur dari jobstreet yang digunakan perusahaan untuk membuat lowongan pekerjaan yang meliputi gaji, profile perusahaan, hingga menyaring kandidat. Jadi sebelum membuat profile yang bagus, ada baiknya kita mengetahui cara kerja SiVA.
  
2. Fitur yang memungkinkan Auto Reject.
 Ada ribuan bahkan puluhan ribu kandidat yang melamar dengan jobstreet. Tentunya tidak semua kandidat sesuai dengan kriteria. Nah, untuk menyaring agar didapat kandidat dengan presentase kecocokan paling tinggi, Jobstreet mempunyai fitur seperti auto reject. Fitur ini memungkinkan kandidat-kanditat yang tidak sesuai untuk ditolak atau ditempatkan pada posisi terbawah. Kandidat seperti apa yang ditolak?
a. Kandidat yang mematok gaji lebih tinggi daripada yang ditawarkan. 
Jangan harap perusahaan mau negosiasi gaji disini. Kalau kamu mematok gaji yang lebih tinggi, maka pasti kamu akan ditolak.
b. Kandidat dengan jurusan atau latar belakang yang tidak sesuai.
Kalau perusahaan mau merekrut jurusan teknik dan kamu adalah dari jurusan ekonomi, maka sebaiknya tidak nekat untuk mendaftar, karena kemungkinan besar kamu juga akan ditolak.
c. Kandidat dengan pengalaman yang tidak sesuai.
Jika kamu fresh graduate, maka sebaiknya tidak nekat melamar di tempat yang mensyaratkan pengalaman 3 - 5 tahun atau lebih. Biasanya akan diberi keterangan jika memang perusahaan mau menerima fresh graduate. Atau syarat pengalaman 1 tahun juga masih memungkinkan untuk dicoba.
d. Kandidat dengan skill atau keterampilan yang tidak sesuai
Pada menu profile di Jobstreet, ada kolom dimana kita bisa mengisi skill apa saja yang kita miliki. Skill ini merupakan salah satu hal yang menentukan rasio kecocokan kandidat pelamar. Usahakan skill yang kamu miliki sesuai dengan skill yang diinginkan perusahaan.


Coba perhatikan gambar yang saya dapatkan dari mesin pencari google diatas. Gambar tersebut adalah tampilan SiVA yang dilihat oleh perusahaan. Pada bagian yang diberi lingkaran berwarna merah dapat kita lihat presentase rasio kecocokan dari kandidat yang melamar di perusahaan tersebut. Biasanya hanya beberapa kandidat teratas saja yang akan dipanggil mengikuti proses seleksi berikutnya.

3. Rasio kecocokan dan persaingan
Sistem SiVA sudah secara otomatis mengkalkulasi kecocokan kandidat yang dilihat dari gaji, skills, pendidikan, dan sebagainya. Nah, apakah kamu sudah yakin kamu bisa masuk paling tidak top 10 dari seluruh kandidat yang ada?

Kita bisa dengan mudah melihat siapa saja pesaingmu yang juga melamar di tempat yang sama. Tinggal klik "Lihat siapa yang telah melamar"/ "See who else has applied" pada bagian bawah lowongan.

Nah, dari sana kita bisa melihat pesaing-pesaing kita, dan memperkirakan seberapa besar pelung kita bisa diterima.


Saat kita melamar di suatu perusahaan, maka sebelumnya kita akan diminta menulis paragraf untuk mempromosikan diri kita. Manfaatkan bagian ini sebaik mungkin! karena bagian ini yang akan menentukan apakah profile kita menarik untuk dilihat dan dipertimbangkan lebih lanjut atau tidak oleh bagian rekrutmen HRD perusahaan.


Gambar diatas adalah contoh bagaimana kalimat yang kita tulis diperlihatkan dari sistem SiVA.

4. Ikuti Jobstreet English Language Assessment (JELA)
Jika kamu melamar di perusahaan multinational company, atau perusahaan yang mengembangkan bisnis di luar negeri, biasanya akan ada persyaratan dimana kamu harus mengikuti JELA.
JELA adalah tes bahasa inggris yang dimiliki Jobstreet. Saya sangat menyarankan kamu untuk mengikuti tes ini dan lolos dengan nilai yang baik, karena ini bisa menjadi nilai plus di perusahaan. Untuk mengikuti tes ini, silahkan klik sub menu "Bahasa" / "Language" pada profile kita.
JELA terdiri dari 40 soal dengan 4 sub test (10 Conversation, 10 Grammar, 10 Vocabulary, 10 Comprehension). Soal yang diberikan tidak terlalu sulit, dalam artian lebih sulit tes TOEFL yang biasa. Selain itu, kita juga diberi kesempatan untuk latihan sebelum memulai test.

5. Bersihkan Social Media
Beberapa tahun lalu Harvard pernah menolak calon mahasiswanya "hanya" karena si calon mahasiswa tersebut memposting hal yang negatif pada akun sosial media miliknya.
Sepertinya sudah bukan rahasia umum lagi jika social media menjadi acuan perusahaan untuk melamar kandidat yang mereka inginkan. Dengan melakukan investigasi social media, perusahaan bisa tahu bagaimana karakter calon pelamar secara umum. Oleh karena itu, penting untuk "membersihkan" semua social media yang kita miliki dari postingan atau konten negatif, alay, mengandung unsur sara, dan sebagainya.

6. Isi profile dengan lengkap.
Entah kenapa masih ada orang yang setengah-setengah ketika mengisi profile Jobstreet. Padahal ini sangat penting dan menentukan rasio dipanggil atau tidaknya kita ke tahap selanjutnya dari proses seleksi yang kita ikuti. Jadi, jangan pernah malas untuk melengkapi profile jobstreet kamu ya.

Oke, itu dia tips yang saya punya untuk bisa sukses diterima kerja via jobstreet.
Kalau kamu punya tips lain, share di kolom komentar yaa.

semoga bermanfaat,

Salam.

You Might Also Like

2 Comments

  1. jangan lupa perhatikan contoh daftar riwayat hidup nya soalnya itu portal awal gimana perusahaan ngeliat freshgraduate. IMHO CMIIW

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, betul banget. terima kasih masukannya. ;)

      Hapus