Membongkar Mitos Air Minum Yang (Katanya) Berkhasiat (Part 1)

"Gue mau beli air minum X aja deh yang beroksigen, biar badan gue makin sehat" - (Bunga, bukan nama sebenarnya)

Jadi, suatu hari saya lagi jalan-jalan sama teman saya. Nah, karena waktu itu siang terik banget, kita kehausan dan mampir ke minimarket buat beli air minum. Setelah cukup lama milih air minum, teman saya akhirnya memutuskan untuk beli air minum yang "katanya" beroksigen dan digembar-gemborkan dalam kemasannya bahwa air tersebut menyehatkan.

mitor Air minum beroksigen alkali

Tapi benarkah air minum beroksigen itu lebih sehat dari air minum lain? mari kita bahas sama-sama

#Mitos 1 : Air minum beroksigen lebih sehat

Air minum dengan unsur H20 pada suhu dan tekanan standar (STP) 1 ATM pada umumnya memiliki kandungan oksigen terlalut (Dissolved Oxygen/DO) sekitar 4-6 ppm, sementara di area pegunungan kandungannya bisa lebih tinggi lagi, yaitu mencapai 8 ppm. Seiring dengan kemajuan teknologi, perusahaan air minum bisa meningkatkan jumlah Dissolved Oxygen hingga 80 ppm/liter. Air ini kita kenal dengan sebutan air Hyperoxygenated. Jumlah yang fantastis.

#Fakta : Mitos 1 adalah Mitos.

Sebelumnya ada fakta yang perlu kita ketahui terlebih dahulu. Sudah tahu kan kalau 21% dari udara yang kita hirup mengandung oksigen. Nah, dalam satu tarikan nafas (sekitar 500ml-kapasitas vital paru-paru), kita bisa menyerap sekitar 5-7% kandungan udara tersebut, yang berarti kita bisa menyerap sekitar 25-35 ml oksigen.

Dari sini sudah jelas, kita tidak butuh air hyperoxygenated karena hanya dengan menghirup 3-4 kali tarikan nafas saja, jumlah oksigen yang kita hidup sudah bisa melebihi 1 liter air hyperoxygenated.

Tapi tidak hanya sampai disana. Buat kamu yang pernah belajar fisika, tentunya tidak asing dengan Hukum Henry, dimana kelarutan gas dalam cairan berbanding lurus dengan tekanan parsial gas di permukaan cairan tersebut dan berbanding terbalik dengan suhu (Air dingin punya lebih banyak oksigen dari air hangat).
Hukum kesetimbangan henry

Hukum kesetimbangan henry

Jadi begini, Oksigen sebagaimana yang kita ketahui adalah gas. Nah, agar gas bisa berubah menjadi wujud cair dia butuh kondisi ber-tekanan tinggi. Maka kita akan sering melihat tabung gas LPG atau tabung oksigen di rumah sakit menggunakan  besi sebagai wadahnya untuk menciptakan kondisi tekanan tinggi tersebut. Ketika kita menyalakan kompor, maka isi dari gas cair tersebut akan bersinggungan dengan suhu dan tekanan standar (STP) 1 ATM, tercipta kesetimbangan dan "psssst..," gas akan keluar dalam wujud udara.

ha ini pun terjadi pada minuman soda dan minuman beroksigen. Ketika kita membuka botol minuman tersebut, pasti akan keluar suara berdesis "psssst..," yang berarti sebagian besar kandungan oksigen nya sudah menguap ke udara. Semakin lama botol dibuka, semakin berkurang juga kadar oksigennya karena adanya proses kesetimbangan. Menghirup 1 tarikan nafas saja, jumlah oksigen yang kita serap akan lebih banyak.

Terakhir, mungkin banyak orang lupa bahwa organ tubuh yang paling baik menyerap oksigen adalah alveolus di paru-paru, bukan di Usus! Usus itu BUKAN tempat yang tepat untuk pertukaran dan penyerapan oksegen. So, be smart ya guys.


#Mitos2: Air minum dengan PH tinggi (biasanya +8) lebih bagus untuk kesehatan.

Lanjut ke Part 2 DISINI

You Might Also Like

0 Comments