Serba Serbi Asuransi. Part 2: Asuransi Kesehatan

Setelah sebelumnya saya pernah membahas tentang Asuransi Jiwa di postingan ini, Mari kita bahas tentang produk asuransi satunya yang juga tidak kalah penting, yaitu Asuransi Kesehatan, atau Askes.

Hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli asuransi kesehatan


Asuransi Kesehatan, seperti yang sudah umum kita ketahui, adalah produk yang digunakan untuk menjamin biaya kesehatan kita jika suatu hari nanti menderita suatu penyakit, baik penyakit ringan, penyakit kritis, ataupun biaya perawatan dari kecelakaan.

 Berbeda dengan asuransi jiwa yang pernah kita bahas sebelumnya disini, dimana asuransi jiwa hanya wajib dimiliki oleh mereka yang memiliki tanggungan, Asuransi kesehatan baiknya dimiliki oleh semua orang, bahkan sejak bayi.

Pemerintah melalu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) juga mewajibkan anak bayi untuk didaftarkan BPJS maksimal 28 hari sejak dia dilahirkan, sebagaimana yang dibahas disini.

Lalu, apa saja yang perlu dipertimbangkan ketika memutuskan untuk beli produk asuransi kesehatan?

1. Pastikan perusahaan asuransi tersebut sudah ternama dan terpercaya.

Bicara soal asuransi bisa jadi bicara jangka panjang, diatas 10 tahun, 20 tahun, bahkan 30 tahun.
Oleh karena itu, penting diperhatikan agar perusahaan asuransi yang kita pilih adalah perusahaan asuransi yang memang kredibel dan bisa bertahan dalam jangka panjang.

Gak lucu kan kalau udah daftar asuransi, eh gak taunya perusahaan tersebut tutup waktu kita lagi butuh-butuhnya?

2. Pastikan kita memahami syarat dan ketentuan agar bisa klaim asuransi dengan lancar.

Bukan satu atau dua kali loh ada nasabah mengamuk ke perusahaan asuransi karena gak bisa klaim. Tapi banyak!

Perusahaan asuransinya sih gak salah, karena mereka sudah menjelaskan sistematikan klaim dengan terperinci dalam kontrak yang sudah kita tandatangani di kertas bermaterai.

Kesalahan biasanya terdapat pada agen asuransi yang kurang detail menjelaskan, atau memang nasabanhnya yang salah paham dan tidak membaca ulang  persetujuan syarat dan ketentuan sebelum menandatangani polis asuransi

Jadi jangan malas ya baca buku petunjuk syarat dan ketentuan polis asuransi. Meskipun tebal dan tulisannya kecil-kecil begitu, pastikan kita paham setiap butir nya, karena beli polis asuransi itu bisa jadi untuk jangka panjang sekali. Jangan sampai menyesal di kemudian hari.

3. Pastikan polis asuransi yang kita pilih sudah tepat dan sesuai dengan yang kita butuhkan.

Asuransi kesehatan itu agak tricky. Kalau kita sudah ada tanda-tanda memiliki penyakit tertentu dalam tempo waktu tertentu (biasanya sekitar 2 tahun), maka mereka tidak akan menjamin penyakit tersebut.

Misalnya, tahun 2016, Bapak Andi pernah merasa tidak enak pada jantungnya, dan dokter memperkirakan Pak Andi memiliki penyakit jantung. Tahun 2017, Pak Andi daftar asuransi kesehatan dengan harapan kalau memang beneran sakit jantung, maka biayanya akan di cover oleh asuransi.

Namun, Asuransi biasanya akan punya rekam jejak medis setiap orang, sehingga apabila memang di dalam 2 tahun berikutnya (sampai 2019) Pak Andi menderita penyakit jantung, perusahaan asuransi akan menolak untuk membayar klaimnya.

Peraturan setiap perusahaan asuransi berbeda-beda. Jadi, pastikan jangan sampai penyakit yang kita harap bisa dicover oleh asuransi, malah ditolak nantinya.

4. Pastikan polis asuransi yang kita beli sesuai dengan kemampuan keuangan kita.

Banyak pakar keuangan yang menyarankan alokasi keuangan untuk Asuransi, termasuk asuransi jiwa dan kesehatan, baiknya 10%, dan jangan lebih dari 20%. Jadi, sesuaikan polis asuransi dengan budget kita ya

5. Pastikan apakah polis yang kita beli adalah polis asuransi murni atau unitlink

Asuransi, baik asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa, biasanya terbagi menjadi 2 jenis lagi, yaitu asuransi murni (tradisional) dan asuransi unitlink. Sempat saya bahas di tulisan ini, bahwa unitlink adalah produk yang menggabungkan asuransi dan investasi sekaligus. terdengar lebih praktis ya? Betul, namun tentu ada harga yang harus dibayar dari kepraktisan itu. Karena ada 2 produk sekaligus, maka Asuransi unitlink akan lebih mahal, dan biaya administrasi dan manajemennya juga tentu lebih mahal.

Kalau kamu punya duit ratusan juta sih Saya gak akan protes, silahkan saja mau unitlink. Tapi kalau kamu punya dana terbatas, maka akan lebih baik pilih asuransi tadisional atau asuransi murni saja, tanpa embel-embel investasi didalamnya. Polisnya jauh lebih murah.

Semua perusahaan asuransi besar punya kok produk ini, tapi agen asuransi sih biasanya akan jarang nawarin, karena komisi mereka dari jual asuransi tradisional ini kecil, hehehe

6. Tetap gak mau beli polis asuransi kesehatan? Gapapa, tapi jangan sampai gak punya BPJS Kesehatan yaa. 

Entah karena memang duit mepet, merasa gak butuh, atau alasan lain seperti meragukan apakah asuransi kesehatan itu halal atau tidak, ada saja orang yang belum, gak punya, atau bahkan gak mau punya asuransi jiwa.

Pilihan mereka sih, silahkan saja.

Tapi Saya hanya memberi saran, kalau memang kamu gak mau punya asuransi kesehatan, jangan sampai gak punya BPJS kesehatan ya. Penting banget loh.

Saya punya teman yang gak punya asuransi kesehatan sama sekali, baik itu dari perusahaan swasta ataupun perusahaan BPJS. Suatu ketika Ayahnya terkena tumor ganas dan harus dioperasi. semua harta sudah habis terjual untuk biaya pengobatan. Pada akhirnya Ayah teman saya meninggal karena tidak punya dana untuk operasi yang bisa memakan dana 200an juta tersebut.

Terlepas kontroversi yang dimiliki oleh BPJS kesehatan saat ini, percaya deh, manfaatnya tetap lebih banyak daripada gak ada sama sekali.

Kalaupun Alhamdulillah gak pernah klaim seumur hidup, anggap saja itu sedekah untuk bantu saudara-saudara kita yang sakit. BPJS Tahun 2018 ini defisit hingga 9,8T kan ya.

Oke, segitu dulu ya. Tentang Asuransi akan kita bahas lebih jauh lagi. Karena masih banyak banget nih yang asik dibahas dari asuransi.

Assalamuálaikum,

You Might Also Like

0 Comments