Emas Dan Terpuruknya Rupiah - Part 1


Kita tahu bahwa Emas dan perak menjadi instrumen keuangan yang solid sejak ribuan tahun lalu. Telah dibuktikan dalam sejarah kestabilannya,  dan dianjurkan dalam agama untuk transaksi menggunakan dua instrumen ini.

Dulu, setiap uang kertas dijamin dengan emas termasuk INDONESIA. Di Era pemerintahan presiden Soekarno, beliau dengan cerdas membuat sistem keuangan yang solid untuk rakyat indonesia melalui dekrit No. 19 tahun 1946, yang menyatakan bahwa setiap ORI (Oeang Republik Indonesia) wajib dijamin oleh emas. Saat itu, setiap Rp 2, senilai dengan 1 gram emas.

 

Namun sejak 1971, Presiden Amerika Serikat Richard Nixon memutuskan bahwa uang kertas dollar tidak lagi diback-up dengan emas. Hal ini pun disepakati IMF dan world bank,  sehingga menjadi sistem yang diterapkan di seluruh dunia, termasuk INDONESIA.

 

Setelah 1971, Uang kertas di seluruh dunia TIDAK LAGI di back-up emas atau perak. Maka seketika itu juga, Uang kertas di Seluruh  dunia adalah UTANG.

 

Belum selesai sampai di situ, penggunaan emas pun semakin dibatasi. Setelah jaminan emas di cabut oleh Presiden Nixon tahun 1971, Amerika MELARANG rakyat sipil untuk memiliki emas atau perak. Semua yang memiliki Emas dan Perak adalah Illegal, Dianggap kriminal dan terancam dipenjara

 

Hal yang sama terjadi di Indonesia. Ya, meskipun tidak sekejam Amerika. Pemerintah menerbitkan Peraturan UU Nomor 7 Tahun 2011 yang berbunyi: "setiap orang yang tidak menggunakan rupiah dalam setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran dan transaksi keuangan lainnya akan dikenakan pidana denda maksimal Rp 200 juta dan pidana kurungan maksimal satu tahun"

 

Pemerintah Indonesia memberlakukan Emas sebagai "Komoditas", Bukan sebagai "alat tukar". Jadi, emas dianggap sama seperti minyak, gas, batu bara, dan semisalnya. Memiliki Emas di Indonesia sebagai komoditas adalah legal. Namun menggunakan emas sebagai alat tukar adalah Illegal. Bisa terancam didenda dan dipenjara.

 

Tentunya ada alasan dibalik dilarangnya penggunaan emas dan perak di seluruh negara di dunia, yang akan kita bahas nanti.


You Might Also Like

0 Comments