Pesan Untuk Kamu Yang Berencana Serius Trading / Investasi Saham Di Era Pandemi

Saya sudah kenal dengan dunia saham sejak kuliah semester 4, sekitar umur 20 tahun. Saat itu karena masih sekolah dan gak punya uang banyak, maka saya hanya trading dari nominal kecil aja. 100rb, 200 rb. Usia saya saat ini 25 Tahun. Meski begitu, saya banyak belajar seputar saham dan analisisnya dari seminar di kampus, buku, dan ikut seminar berbayar di luar.

Saya mau cerita ini karena kelihatannya banyak banget trader Newbie di angkatan Corona, Mereka yang mencoba trading saham karena mungkin habis diPHK, atau sebatas tertarik melihat trend saham yang lagi naik tinggi

Meskipun sudah kenal saham dan sudah punya akun saham sejak kuliah dulu, Saya baru mulai serius trading saham setelah bekerja dan punya gaji sendiri. Sebagian gaji saya saya pakai untuk trading saham dengan sangat hati-hati. Masih sering loss, dan sesekali dapat profit juga. Tapi gak masalah, loss dan profit adalah tahap beajar kalau kita mau investasi apapun itu. Anggaplah itu uang "sekolah", karena dengan melalui fase Loss & Profit, mental dan psikologis kita akan sangat dilatih.

Alasan saya trading saham tentunya karena (gak munafik ya), pengen kaya dan dapet duit banyak. Mana ada orang investasi niatnya gak dapet duit sih, bener gak?

Saya banyak belajar dari investor saham terkenal yang sukses di dunia saham, belajar tekniknya, bukunya, seminarnya. Saya juga mempelajari teknik penipuan dan manipulasi seperti apa yang umum terjadi di pasar modal yang biasanya dipermainkan oleh Bandar saham (Mereka yang punya duit banyak dan bisa menggerakan harga saham).

Seriusan deh, grafik saham itu naik dan turun memang karena adanya supply dan depand. Namun Supply dan Demand gak selalu murni dipengaruhi oleh mekanisme pasar. Tapi bisa juga dipengaruhi oleh Bandar saham atau "Big Money", mereka-mereka yang punya banyak uang sehingga bisa memanipulasi Supply-Demand di pasar saham. Tolong pelajari ini juga kalau kalian serius mau terjun ke dunia saham.

Robert Kiyosaki berkata, untuk bisa benar-benar ahli di dunia saham Wallstreet, butuh waktu minimal 5 Tahun dan harus merasakan rugi hingga minimal 100.000 dolar, dan banyak sekali praktik manipulasi di pasar saham.

Lanjut yaa.,

Karena sibuk kerja, saya menjadi trader jangka menengah. Gak tiap hari lihatin grafik seperti day trader atau scalper pada umumnya. Saya fokus di saham Bluchip dan atau saham yang memang prospeknya lagi kelihatan bagus.

Saat ini, portofolio saya berfariasi, ada yang merah dan hijau.
Tapi alhamdulillah total masih hijau dan profit.

Pesan saya buat yang mau belajar saham di era pandemi ini;
Saat ini, pasar saham memang dalam keadaan bullish, sehingga mudah menjebak newbie tergiur dengan profit besar dalam waktu singkat. Pahamilah, Kalian bukan jago trading saham, tapi kalian BERUNTUNG bisa dapat profit dengan menunggangi pasar yang sedang bullish.

Oleh karena itu, tetaplah hati-hati dan bijak dalam Investasi di dunia saham. Karena kembali lagi ke prinsip dasar. High Risk, High Return. Saham adalah instrumen investasi yang beresiko tinggi. Selalu gunakan uang "dingin" dalam transaksi saham, uang yang kalian siap kalau-kalau nilainya berkurang hingga 50% dalam waktu singkat.

HINDARI pakai uang panas, apalagi ngutang. Jangan. Beneran deh.
Dan terakhir, selalu upgrade ilmu. Karena sejatinya, tidak ada yang namanya kaya tanpa belajar dan kerja keras.

Komentar