Rabu, 13 Januari 2021

10 Cara menjaga Identitas Data Diri dan Privasi di Dunia Maya

        Privasi menjadi isu yang penting seiring dengan berkembangnya teknologi internet saat ini. Banyak modus kejahatan siber yang terjadi di dunia maya yang membuat kita harus senantiasa menjaga privasi diri dan keluarga di dunia maya. Berikut tips agar kita bisa lebih menjaga privasi di Internet.

Foto: Securitysales.com

1. Amankan data SIM card nomor telepon
   Banyak modus kejahatan dimana pelaku memanfaatkan SIM Card yang tidak diregistrasi dengan baik untuk di-Replace ke Gallery operator, dan mendapatkan salinan SIM Card yang baru. Setelah itu SIM Card salinan ini bisa dipakai untuk meretas semua akun yang terkait seperti Google, sosial media, akun perbankan dan dompet digital.
  Nomor telepon digunakan di banyak aplikasi dan platform. Hampir semua platform mewajibkan kita mencantumkan nomor telepon jika ingin mendaftar sebagai anggota atau berlangganan suatu fasilitas, termasuk keuangan dan perbankan. Untuk itu, pastikan kita sudah memperbarui data diri kita dengan lengkap ke Operator seluler yang kita miliki, sehingga SIM Card kita tidak diduplikasi oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

2. Kalau bisa, milikilah 2 nomor telepon yang berbeda.
     Bedakan nomor telepon yang digunakan untuk aplikasi sosial seperti Whatsapp, Facebook, situs berlangganan, Google, dan semisalnya, dengan aplikasi yang berhubungan dengan keuangan dan perbankan seperti mobile banking, OVO, Gopay, dan semisalnya.
   Memang kelihatannya ribet, tapi hal ini bisa membuat data kita semakin aman dan mencegah hacker yang bisa melacak data kita di media sosial, agar tidak mendeteksi nomor telepon kita yang berhubungan dengan akun perbankan dan keuangan.

3. Jangan samakan tanggal lahir di media sosial dengan tanggal lahir kita yang sesungguhnya.
    Ya, saya tahu media sosial adalah tempat dimana kita bisa memperingatkan ulang tahun orang kesayangan. Facebook sangat membantu kita biar gak lupa dengan ulang tahun keluarga dan kerabat. Tapi yang perlu diingat adalah, tanggal lahir kita adalah identitas pribadi yang cukup penting. Tanggal lahir adalah salah satu cara bagi customer service untuk memvalidasi akun keuangan dan perbankan, dan hampir sama pentingnya dengan nama ibu kandung. Oleh karena itu, sebaiknya jangan tampilkan tanggal lahir di media sosial dengan sembarangan

4. Jangan tampilkan hubungan kekerabatan 
   Penipuan dengan modus penculikan masih banyak terjadi, dan pernah juga menimpa keluarga saya. Biasanya yang ditelpon adalah orang tua, dan mengatakan bahwa pelaku menculik anaknya untuk meminta uang tebusan. Pelaku bisa dengan mudah mengetahui dimana keluarga itu tinggal, hubungan kekerabatan, mengetahui anaknya sedang tinggal di luar kota, mengetahui kehidupan pribadi dari sosial media dan mengetahu nomor telepon orangtua karena tanpa sadar mereka melampirkan nomor telepon di Facebooknya.

5. Amankan Password
  Hampir semua aplikasi dan platform mengharuskan kita menginput password tentunya dengan tujuan keamanan data. Sayangnya, karena ada banyak sekali tempat dimana kita harus membuat Password, seringkali kita bingung kalau harus punya password yang berbeda-beda. Itulah sebabnya banyak orang memutuskan hanya membuat satu atau dua password saja untuk platform yang berlainan. 
    Ribet memang punya banyak Password. Tapi saran saya, kalau memang mau tidak pusing, maka sebaiknya milikilah beberapa password untuk katagori platform yang berbeda. Misalnya Password A untuk akun perbankan, Password B untuk akun dompet digital, Password C untuk akun Sosial media, Password D untuk platform lainnya.

6. Miliki 2 handphone yang berbeda
  Oke, tips yang ini mungkin gak bisa dilakukan oleh semua orang, tapi ini layak diperimbangkan. Kita tidak pernah tahu bahwa mungkin saja ada aplikasi yang disusupi, meminta akses yang seharusnya tidak dibutuhkan, juga dimana tanpa sadar bisa mengakses data rahasia termasuk data perbankan kita. Untuk itu, ada baiknya jika kalian punya rekening dengan nilai sangat besar, punya satu handphone yang hanya khusus untuk kebutuhan keuangan, tanpa ada aplikasi lainnya.

7. Atur verifikasi dua langkah.
     Beberapa platform seperti Google sudah memiliki fitur verifikasi dua langkah jika kita ingin log in di tempat baru, sehingga kalau kita mau log in, yang dibutuhkan tidak hanya password, namun juga kode OTP dan atau izin dari perangkat lain. Ini ribet memang, tapi lebih aman. Saya pernah tiba-tiba dapat izin log in dari perangkat yang tidak saya kenali. Karena Saya sudah mengaktifkan verifikasi 2 langkah, saya bisa menolaknya, ganti password, dan segera mengamankan akun saya.

8. Hindari menggunakan wifi publik
    Kalau ke Café, tentunnya yang kita cari adalah wifi gratis kan. Menurut banyak sekali info beredar, semua perangkat yang terpasang di wifi umum mudah diretas oleh hacker. Kalaupun menggunakan wifi publik, ada baiknya menggunakan VPN karena bisa menutupi alamat protokol internet perangkat dengan menyembunyikan lokasi dan identitas ponsel Anda.

9. Aktifkan fitur menghapus data otomatis
     Pengguna Android bisa mengaktifkan fitur menghapus data otomatis lewat Google Find My Device. Apabila HP Kita dicuri, maka kita bisa menghapus semua data di HP kita dengan segera.

10. Waspadai link atau hal lain yang mencurigakan.
    Hacker bisa saja mengirimkan anda email yang terlihat seperti resmi dari perusahaan tertentu, namun berisi email Phising, sehingga data kita bisa diretas begitu link tersebut kita klik. Pelajari juga hal-hal terkait modus penipuan online yang marak, seperti mengatas-namakan Bank tertentu dan meminta Anda mengirim password atau kode OTP.

Kamu punya tips lainnya?

Hey, my name is Dila. welcome to my blog. Hope you can enjoy it. feel free to write any comments below, and tell me what comes into your mind!

Comments


EmoticonEmoticon