Kenapa saya tidak minum Herbalife, atau semisalnya.

PERINGATAN & PERHATIAN!
Artikel ini adalah untuk informasi saja. Informasi dalam tulisan ini didasarkan pada pengalaman dan pemikiran saya sendiri berdasarkan penelitian yang tersedia. Ini bukan nasihat medis. Saya bukan dokter dan saya tidak bertanggung jawab atas hal yang merugikan anda dalam bentuk apapun yang disebabkan oleh artikel ini. Konsultasikan dengan dokter anda sebelum memulai diet apapun.

mengapa saya tidak minum Herbalife (dan produk diet semisalnya)? 


Bagi yang punya masalah dengan berat badan, pasti kenal dengan produk buatan Amerika ini. Ya, Herbalife mulai populer di Indonesia sekitar 5 tahun belakangan ini. Produk ini tidak dijual bebas di alfamart, indomart ataupun apotik, tapi dijual khusus oleh orang-orang atau instansi tertentu yang merupakan member resmi dari Herbalife itu sendiri. Alasannya? Karena ada suatu keharusan bahwa jika menggunakan produk ini, maka kita harus didampingi secara pribadi oleh ahli nutrisi dari Herbalife itu sendiri agar program diet kita berhasil.


Sebenarnya sudah sejak SMA saya tahu ada produk bernama herbalife yang “katanya” ampuh mengurangi atau menambah berat badan, disertai puluhan testimoni dari konsumennya. Tapi perkenalan saya dengan herbalife yang lebih mendalam dimulai ketika menginjak tahun ke-3 saya kuliah. Teman saya adalah salah satu marketing atau agen dari herbalife. Pada awalnya dia hanya sekedar mengajak saya untuk timbang berat badan saja, dengan alat timbangan khusus yang bisa menghitung masa lemak, otot, kadar air, dll. Bagi yang pernah nge-Gym pasti tahu alatnya. 


Sebelum lanjut lebih jauh, saya ingin menceritakan sedikit tentang keadaan tubuh saya. Ketika umur saya 19 tahun dan ketika saya masih hoby makan junk/fast food dan menerapkan pola hidup tidak sehat, hasil dari alat itu mengatakan bahwa saya harus megurangi berat badan saya hingga hampir 5kg dan saya juga diharuskan menambah masa otot. Selain itu umur metabolisme saya adalah 23 tahun. Yang berarti 4 tahun lebih tua dari umur saya. Tentu bukan pertanda baik.


Ketika umur saya menginjak 20 tahun, berkat kenal dengan buku-buku karya Dr. Tan Shot Yen dan Anthony Robbins,  saya mulai mengubah pola hidup dan pola makan saya, menjadi lebih sehat. Saya makan banyak buah dan sayur, karbohidrat dan lemak baik, tidak makan junk food, dan banyak olah raga. Hasilnya, ketika mencoba timbagan yang sama pada awal november 2015 lalu, umur metabolisme sel saya adalah 19 tahun.


yes I'm not getting older, but I'm getting younger! 


Masa otot saya bertambah, dan kelebihan lemak saya berkurang, meskipun saya tetap diharuskan untuk mengurangi massa lemak sekitar 3kg. Keinginan saya untuk menjalani pola hidup dan pola makan sehat semakin meningkat. 


Singkatnya, karena penasaran, akhirnya saya setuju memenuhi permintaan teman saya untuk ditimbang. Hasilnya? Alhamdulillah keadaan tubuh saya semakin membaik. Saat ini berat badan saya 55 Kg, tinggi 165cm, umur metabolisme 18, kadar air, kondisi fisik, dan massa otot, termasuk katagori baik. Meskipun saya disarankan untuk mengurangi masa lemak sekitar 2kg hingga bisa dikatakan tubuh saya benar benar “sempurna”. 


Oke, sampai disini tidak ada masalah.


Setelah selesai ditimbang, saya langsung diprospek untuk membeli produk herbalife. Entah itu milkshake, teh, aloe vera, dll, dsb. Alasannya supaya saya bisa dengan cepat membakar lemak yang 2kg itu, supaya saya punya stamina dan energi yang baik, dan supaya bisa membuang (detoksifikasi) racun racun dalam tubuh. Saya diberi “resep” makanan & produk herbalife yang ketat dengan perhitungan kalori yang saaangat rinci. Resep itu harus dituruti jika mau dietnya berhasil. 


well, menurut saya itu cukup menyusahkan. Selama ini saya makan makanan yang sehat seimbang (tidak hanya dari bahan makanannya, tapi juga proses megolahnya), rutin olah raga, dan istirahat teratur, terbukti tubuh saya semakin sehat dan bugar. Dan saya melakukannya tanpa pernah memikirkan masalah perhitungan kalori sama sekali! 


Mungkin akan timbul pertanyaan “jika kita tidak mengatur jumlah kalori dalam makanan, bukankan nanti bisa tambah gemuk?” 


memang benar, tapi itu terjadi jika kita makan makanan yang “tidak dibutuhkan tubuh” seperti makanan dengan nilai Glikemiks Indeks tinggi, atau makan makanan yang tidak diproses dengan baik, misalnya digoreng. Sebaliknya,jika kita banyak konsumsi sayur dan buah (sayur dan buah itu karbohidrat loh), cukup protein yang sehat (tidak digoreng, tumis, atau dibakar kecuali dibungkus terlebih dahulu dengan daun pisang), dan juga lemak yang baik (misalnya Extra virgin olive oil, alpukat, atau kemiri), maka tubuh kita akan kenyang lebih lama dan OTOMATIS kita berhenti makan karena memang tubuh kita sudah memberi sinyal “cukup”. 


Jadi, tidak perlu ada yang namanya perhitungan kalori (kecuali jika kita melakukan olahraga atau pekerjaan berat). Memang benar bahwa pola makan yang memperhitungkan kalori bisa efektif dalam menurunkan atau menaikkan bert badan. 


Jika anda suka cara merepotkan seperti itu, silahkan. Tapi saya tidak.

Saya tidak suka jika acara makan saya harus dibebani dengan pikiran “harus sekian kalori”. Bagi saya menerapkan pola makan dan pola hidup sehat seimbang saja sudah cukup. Jika mau tambah berat badan, maka tambah porsi makanannya. Jika mau mengurangi berat badan, maka kurangi porsi makanannya dan tambah porsi olah raganya. Sesederhana itu.


Oke, kembali ke topik utama. Tidak lama setelah saya diberi resep, seorang dokter dari Herbalife mendatangi saya dan memberi penjelasan terkait resep yang ada di tangan saya. Singkat cerita, setelah panjang lebar menjelaskan, ada satu hal yang aneh menurut saya yang tidak dijelaskan oleh dokter ini. Memang dalam resep disebutkan ada menu seperti ayam, ikan, tempe, dll. Tapi sama sekali tidak ada himbauan bagaimana cara mengonsumsinya. Saya pun bertanya pada sang dokter:


Saya : “Dok, kenapa tidak disertakan juga cara mengonsumsi makannnya?”
Dokter : “Maksudnya?”
Saya : “oh begini. Disini dikatakan saya harus makan ikan. Tapi ikan seperti apa? Apakah yang digoreng sampe kering juga boleh?”
Dokter : “oh gitu. Iya digoreng juga boleh kok. Gak masalah”
Saya : (dengan kaget) “loh, digoreng boleh? Kenapa boleh? Bukannya gizi ikan yang digoreng sudah rusak dan tidak baik bagi kesehatan?”
Dokter : “Iya, tapi kalo di kita, memang gak ada aturan seperti itu. Ikan mau diapain aja juga boleh. Memang lebih bagus kalo dikukus atau rebus, sih.” 
Saya : *Speechless...   

Bagi kalian yang bergelut dalam dunia kesehatan, pasti merasakan keanehan pada dokter itu. Ya, ini pertama kalinya saya dengar ada dokter yang tidak mempermasalahkan makanan yang digoreng! Coba tanya pada semua dokter di muka bumi (yang netral dan tidak berada pada kuasa suatu produk), maka kalian pasti sepakat bahwa semua dokter akan mengatakan bahwa makanan yang digoreng tidak baik bagi kesehatan, dan tentunya, akan menyarankan untuk tidak menggoreng makanan, apalagi ikan. 


Tentunya tidak etis ketika institusi kesehatan berada pada kuasa suatu produk, sampai-sampai mengabaikan kaidah yang seharusnya dilakukan atau tidak dilakukan. Praktisi kesehatan, institusi kesehatan, dinas dan mentri kesehatan, seharusnya netral dan terbebas dari belenggu-belenggu produk tertentu. Karena ketika mereka berada dibawah “kuasa” produk tertentu, maka mereka akan merasa punya agenda atau kepentingan tersendiri, yang membuat penilainnya menjadi tidak netral dan berat sebelah.


Kembali ke bahasan semula. Setelah bertemu dengan dokter itu, saya kembali ngobrol dengan teman saya. Saya bertanya tentang berapa rupiah yang harus dikeluarkan jika kita mau menggunakan produk herbalife? Jawabanyya “tergantung keadaan. Tapi kisaran Rp 900.000 s/d 3.000.000 per bulan.”


hm,, That's lot of money for anak kosan seperti saya. Saya kembali melontarkan pertanyaan; “Berapa lama kamu mau mengonsumsi herbalife?”. “yaa, kalo bisa seumur hidup”, jawabnya. 


Kesimpulan: Disini saya tidak menjelek-jelekkan herbalife. herbalife adalah produk yang bagus, dan saya banyak melihat teman teman saya yang obesitas kembali langsing dan punya fisik yang baik berkat herbalife. Tapi alasan mengapa saya tidak menggunakan produk semacam ini adalah: 


1.Saya tidak mau menggantungkan hidup saya pada produk buatan pabrik. 

2. Saya bisa mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar dengan pola hidup dan pola makan sehat seimbang yang kini sedang saya jalani. So, rasanya tidak perlu keluar uang jutaan untuk produk semacam ini.
3. Saya tidak suka jika acara makan saya harus terbebani dengan aturan perhitungan kalori.
4. Masyarakat butuh solusi sehat yang lebih “masuk akal”. Seperti meningkatkan konsumsi buah, sayur, tempe, dan telur misalnya. Murah, mudah didapatkan, dan pastinya Indonesia banget!
5. Herbalife adalah produk yang baru tercipta 35 tahun. Kita belum tahu apa dampak negatif dari mengonsumsinya dalam jangka panjang. Cepat atau lambat, langsung atau tidak langsung, produk buatan pabrik yang tidak alami pasti punya dampak negatif bagi tubuh, seperti yang dikeluhkan beberapa orang disini

Tapi jika anda punya uang berlebih dan malas menyiapkan makanan yang alami, mungkin Herbalife bisa jadi solusi.


So, pilihan ada di tangan anda.   


Refrensi: Dr. Tan Shot Yen, 2012, “Sehat Sejati Yang Kodrati”, Jakarta: Dian Rakyat 

Dr. Tan Shot Yen, 2015, “Nasehat buat Sehat”, Jakarta: Dian Rakyat 
Anthony Robbins, 1996, “Unlimited Power”, Jakarta: Pustaka Delapratasa



Artikel ini diperbarui dari tulisan : http://www.kompasiana.com/dilanurfadhilah/alasan-mengapa-saya-tidak-minum-herbalife_566baca2d37a61940735c98b

You Might Also Like

2 Comments

  1. Saya Angger Lugas Wicaksono, level saya di Herbalife adl Supervisor ..

    Tampaknya banyak sekali kekeliruan yang anda buat di artikel ini, sungguh disayangkan tapi itu benar, saya akan bahas 3 saja dari beberapa kekeliruan yang anda buat di artikel ini ..

    1). Dialog antara Dokter dan Anda, Dokter bilang di Goreng itu tidak papa, ya memang tidak papa .. Tapi dokter tsb kan menganjurkan untuk direbus dan dikukus .. so, dimana salahnya ?? Dokter tsb memberikan yang terbaik tapi malah anda mendengarkan yang jeleknya ..

    2). HERBALIFE BUKAN OBAT/SUPLEMENT DIET ... Melainkan PENGGANTI MAKANAN, there is a lot of Vitamin, Mineral and etc .. Jika kamu pengen ngemil, which is itu tidak baik untuk Diet .. Use Herbalife Shake .. Pengganti Ngemil yg enak tanpa takut harus naik BB ..

    3). Point pertama yang anda jabarkan di akhir artikel, anda mengatakan tidak suka produk buatan pabrik .. Jangan pandang jelek "PABRIKAN" .. Pabrikan yang kaya gimana dulu .. Jangan di samakan Pabrik Mie Goreng dong aduhh .. Belum kesana sih


    Sebenernya banyak sekali kekeliruan di Artikel ini seperti MLM, Harga Produk, penghitungan kalori, dll. Bisa saya simpulkan ini Shit Posting .. Kalau hanya opini anda, jgn di artikel kan, karna tidak bisa dipertanggung jawabkan ..

    Kalau anda mau berdialog lebih dengan saya, bisa email kesaya di "warnosinggih@gmail.com" Mari biar saya jelaskan lebih Detailnya lagi .. Terimakasih ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hey Angger, Terima kasih sudah mampir dan melungkan waktu membaca artikel ini. :)

      Sebelum membahas lebih lanjut, tentu Anda sudah baca bagian "Peringatan dan perhatian" yang saya tulis berwarna merah pada bagian awal artikel, kan?

      Iya, memang benar ini opini pribadi yang saya dapatkan dari membaca beberapa sumber buku. Saya bukan dokter dan tidak pernah mendapat pendidikan formal tentang kesehata. Pendapat saya bisa benar, bisa juga salah.

      Saya juga tidak ada maksud menjelek-jelekkan produk ini, Banyak teman saya yang sukses dietnya karena produk ini. luar biasa.

      Saya hanya memberi opini mengapa saya memutuskan tidak menggunakan produk ini, karena banyak teman-teman saya yang bertanya perihal produk ini, jadi daripada saya repot menjelaskan berulang kali, maka lebih baik saya buat saja artikelnya.

      Mungkin sebelumnya ada bagian yang sudah saya koreksi. Yaitu terkait MLM, bagian ini sudah saya hapus karena memang saya tidak paham betul bagaimana sistem MLM diterapkan disini. Jadi, daripada menimbulkan perdebatan maka untuk kemaslahatan bersama bagian itu sudah saya hapus. Mohon maaf jika pendapat saya tentang MLM pada sistem ini sudah keliru.

      Selanjutnya, 3 poin yang Anda sebutkan, ini pendapat saya.

      1. Dokter tersebut berkata, "Digoreng tidak masalah, di kita (herbalife) tidak ada aturan seperti itu". Baru setelahnya "Memang lebih bagus dikukus atau direbus sih". Disini jelas bahwa dokter tersebut lebih mengutamakan aturan herbalife daripada aturan kesehatan pada umumnya. Itu pendapat saya.

      2. Yups,saya tahu bahwa herbalife adalah pengganti makanan. Tapi Saya lebih suka buah sebagai cemilan. itu pilihan :)

      3. Saya memang tidak mau menggantungkan hidup pada produk buatan pabrik untuk hal yang berhubungan dengan urusan perut (makanan). Bukan berarti saya Anti sama produk pabrik ya. sesekali pun saya makan mie instan. Tapi untuk keseharian, Tuhan sudah cukup memberikan kita makanan yang sehat dan lezat. Sekali lagi, ini juga pilihan.

      Salam,

      Hapus