Lulus Kuliah, Lalu Apa? (Pertimbangan Menentukan Studi Lanjutan, Karir, Atau Bisnis)

Wisuda, ketika mendengar kata ini ada dua pikiran yang muncul dalam benak saya. Senang, namun disaat yang bersamaan juga khawatir. Senang karena sudah berhasil menyelesaikan studi di kampus dengan baik dan dalam waktu yang lebih cepat dari yang seharusnya. Khawatir karena harus menuju kehidupan realita yang keras di masyarakat.

Ada beberapa pilihan yang bisa kita ambil setelah lulus kuliah. 3 diantaranya yang paling umum adalah melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, berkarir di perusahaan, atau menjalankan bisnis sendiri. Setiap pilihan mempunyai benefit dan resiko masing-masing yang tentunya harus dipertimbangkan dengan baik. Berikut akan saya bahas berbagai plus minus dari setiap pilihan tersebut berdasarkan pengalaman dan informasi yang saya miliki. Namun ada satu pertanyaan yang harus dijawab sebelum memutuskan 3 pilihan tersebut: "Mau jadi apa kamu 5 s/d 10 tahun kedepan?"

1. Melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Jika dalam 5 s/d 10 tahun kedepan kamu memutuskan untuk berkarir dalam bidang akademisi seperti dosen, ilmuan, peneliti, atau bidang lain yang berhubungan dengan keilmuan termasuk profesional seperti dokter dan pengacara, maka melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi adalah pilihan yang baik. Kebanyakan bidang tersebut membutuhkan orang yang ahli dalam ilmu-ilmu khusus yang mendalam, sehingga kamu akan dinilai lebih baik jika memiliki gelar yang lebih tinggi.

Namun jika karir tersebut bukanlah yang kamu inginkan, maka sebaiknya pertimbangkan matang-matang keputusan untuk mengambil S2. Jika tujuanmu adalah ingin bekerja di suatu perusahaan, kamu akan tetap dianggap "fresh graduate" meskipun kamu adalah lulusan S2 dari universitas terkemuka. Alasannya, kamu dianggap belum punya pengalaman bekerja atau berkarir. 

Seringkali saat saya mengikuti proses seleksi di beberapa perusahaan, saya bertemu dengan orang-orang lulusan S2 dan S3. Bahkan beberapa diantaranya adalah lulusan dari luar negeri. Namun perusahaan sama sekali tidak memberi perlakuan berbeda. Meskipun lulusan S3, mereka tetap dianggap "Fresh Graduate" karena belum ada pengalaman bekerja. 

Lain halnya jika kamu sudah punya pengalaman bekerja paling tidak 2 atau 3 tahun sebelumnya, Maka gelar S2 dan S3 akan menjadi nilai tambah dan bisa mendongkrak posisimu dalam karir di perusahaan karena kamu akan dianggap lebih profesional.

Perimbangan lain yang harus diperhatikan ketika memilih studi S2 adalah tentang biaya. Biaya kuliah S2 dan S3 umumnya lebih mahal daripada S1. Jika kamu berasal dari keluarga kaya, atau kamu sangat pintar sehingga bisa dapat beasiswa, tentu ini bukan masalah. Namun jika kamu berasal dari keluarga yang hidup pas-pasan, tentu ini akan menyulitkan.

Terakhir, saya menyarankan untuk tidak mengambil S2 jika alasannya adalah untuk kabur dari realita karena kamu sulit bersaing di dunia pekerjaan. Alasannya seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, punya gelar S2 tanpa pengalaman akan dianggap "fresh graduate". Kecuali kalau kamu memang sangat yakin bisa meningkatkan kualitas dirimu dengan jalan melanjutkan studi S2.

2. Berkarir di Perusahaan

Tentu tidak bisa dipungkiri lagi bahwa mayoritas orang berusaha untuk sekolah sebaik dan setinggi mungkin agar bisa mendapatkan karir yang bagus di perusahaan besar. Pastinya ini menjadi impian banyak orang. Jika kamu masih muda dan hidup tanpa tanggungan, berkarir di perusahaan akan menjadi ajang belajar yang dibayar. Dengan berkarir di perusahaan, kamu akan merasakan pengalaman terjun langsung ke lapangan, bekerja dalam tim secara profesional, berusaha mencapai target perusahaan, mendapat gaji dan tunjangan yang kompetitif, serta pengalaman-pengalaman lain yang tentunya akan banyak kita dapatkan di lingkungan kerja. 

Namun tidak mudah untuk bisa mencapai prestasi itu. Menurut data dari Badan Pusat Statistik yang dilansir dari Kompas, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7 juta orang dimana hampir 700.000 orang diantaranya adalah lulusan Sarjana S1.
Yang mencemaskan adalah fakta bahwa jumlah pengangguran sarjana semakin meningkat dari tahun ke tahun, terutama sejak 3 tahun terakhir, dimana angkanya selalu meningkat. Mencari pekerjaan di perusahaan ternama menjadi pekerjaan yang sulit dan penuh perjuangan karena persaingan yang sangat ketat.

Namun kamu tidak perlu khawatir dengan persaingan, karena persaingan adalah hal yang normal dan wajar dalam hal apapun juga. Siapapun bisa lolos jika punya bekal dan persiapan yang matang. Insyaallah dalam tulisan yang berikutnya akan saya paparkan tips dan trik untuk bisa dapat pekerjaan di perusahaan.

Mungkin sudah banyak yang tahu bahwa ada program rekrutmen perusahaan yang populer untuk fresh graduate S1 bernama Management Trainee (MT),  Management Development Program (MDP) atau semacamnya. Program ini sangat populer bagi para fresh graduate karena melalui program ini kamu akan melalui jalur fast track untuk menjabat posisi strategis di perusahaan. Selain itu, gaji yang didapat dari program ini biasanya lebih tinggi daripada program rekrutment staff biasa. 

Namun tentu saja, proses seleksi penyaringan untuk bisa lolos di program ini lebih sulit dan lebih ketat daripada program lainnya. Selain itu program ini juga mempunyai kontrak beberapa tahun yang harus dipenuhi, karena kalau keluar ditengah jalan, akan ada pinalty dengan biaya yang cukup besar. Beberapa perusahaan bahkan memberi pinalty hingga Rp200 juta lebih jika peserta program keluar ditengah jalan. Untuk memutuskan ikut program ini tentunya perlu pertimbangan matang-matang, mengingat ada konsekuensi besar dibalik benefit yang juga besar.

3. Menjalankan bisnis sendiri.

Kalau kamu punya punya semangat yang berapi-api untuk jadi pengusaha dan didukung oleh modal sendiri atau kerjasama dengan orang lain, maka menjalankan bisnis sendiri setelah lulus kuliah adalah pilihan yang tepat. Kamu akan dituntut menjadi orang yang bertanggung-jawab karena menjalankan bisnis bukan hanya tentang diri kamu sendiri tapi juga tentang karyawan yang bekerja dan bergantung dengan bisnismu.

Memutuskan untuk berbisnis sebaiknya tidak ditentukan secara asal-asalan dan tidak hanya modal nekat semata. Nekat tanpa perhitungan dan perencanaan itu ceroboh. Kamu harus sadar bahwa dalam bisnis akan ada orang-orang yang menggantungkan hidupnya dan hidup keluarganya pada bisnis yang kamu jalankan. Agar bisnis berjalan dengan baik, tentunya perlu ilmu, mentor dan perencanaan. Tidak bisa asal-asalan dan sembarangan.

Memutuskan untuk berbisnis juga perlu pertimbangan. Apa tujuan kita memutuskan untuk bisnis? apakah memang karena passion, ataukah sekedar ingin cepat kaya?

Jika memang passion, maka silahkan dilanjutkan. Namun jika alasannya sebatas ingin cepat kaya, maka sebaiknya kamu pikirkan lagi. Tidak perlu langsung terjun ke bisnis jika sekedar ingin harta. Kamu bisa dapatkan itu melalui Investasi. Ingat Cashflow Quadrant yang digagas Robert Kiyosaki? Sumber kekayaan bukan cuman bisnis, tapi juga investasi. Silahkan investasikan uang kamu pada bisnis-bisnis yang potensial untuk mendapat keuntungan. 

Meski begitu, Saya tetap menyarankan untuk menjalankan bisnis sendiri dalam jangka panjang kedepan. Karena sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah, bahwa 9 dari 10 pintu kekayaan ada di perdagangan. Banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan melalui bisnis dan perdagangan, termasuk manfaat dunia dan akhirat.



Jadi, setelah ini apa?

You Might Also Like

0 Comments