Perkenalan Saham - Part 2


 Bro, company gue mau ipo nih, bantuin dong biar harganya naik

Okee, mau dibikin naik berapa? 

Yaaa, 300%, dalam 2 atau 3 minggu lah kira-kira. Bisa?

Bisaaa, gampang itu mah. Tapi nanti gw minta komisinya ya.


Jadi, begitulah mungkin kira-kira percakapan antara company yang mau ipo, Dengan bandar saham, biar harga saham mereka bisa melonjak. Ini percakapan orang dalem yang biasa banget dalam dunia pasar saham. Dimana perusahaan minta bantuan sama bandar saham, Biar harga saham perusahaaanya dibikin naik.


 Tidak hanya saat mau ipo, tapi bisa juga saat suatu perusahaan Memutuskan mau ambil aksi korporasi tertentu. Misalnya mau merger, ganti kebijakan, atau ganti jajaran direksi tertentu. Atau, bisa juga memang si bandarnya melihat suatu peluang akibat kebijakan politik pemerintah, Sehingga dia mainin saham yang sekiranya akan memberi dampak baik bagi perusahaan tersebut.


Misalnya, pemerintah menerbitkan peraturan yang bisa menguntungkan perusahaan tambang. Nah, langsung tuh saham perusahaan tambang dimainin sama bandar-bandar ini.


Cara kerjanya, kurang lebih begini. Karena punya banyak uang, bandar bisa menciptakan ilusi demand Bandar akan beli saham perusahaan tersebut, secara bertahap. Dan mereka itu sudah punya target harga mau dibikin jadi berapa. Jadi, secara sistem di aplikasi trading saham, Saham perusahaan tersebut akan bannyak pergerakan.Banyak demandnya, sehingga harga akan naik pelan-pelan.


Padahal awal mula yang beli saham itu ya bandar itu sendiri. Terus, gimana caranya bandar bisa dapet untung? 


Nah dari sini, investor saham amatir perseorangan yang baru belajar trading, Atau bisa juga perusahaan manajer investasi lain yang coba peruntungan, Akan tergoda untuk beli saham yang dimainin sama bandar itu.


Karena, ya harganya kan lagi melonjak tinggi. Terus didukung juga sama berita berita positif dari media. Tentunya ini bikin banyak orang tergoda dan ikut arus permainan bandar.


Hari pertama sampai hari kedua, biasanya adalah hari bandar mulai menggoreng saham tersebut. Misal anggaplah harga saat itu dimainin sekitar 500 sampai 600 rupiah perlembar saham.


Masuk hari ke 3, investor lain mulai mencium aroma wangi gorengan si bandar. Sehingga mereka mulai ikutan beli saham tersebut. Harga mulai naik dari 600 perlembar. Jadi 700, 800, 900, sampai 1000 perlembar.


Hari ke 4, karena dilihat makin menarik saham ini, Investor lain mulai coba-coba peruntungan untuk masuk dan ikutan beli. Harga mulai naik lagi, jadi 1200, 1350, sampai 1500. Horee, semua orang senang.


Nah.., dari sini, si bandar mulai melihat bahwa kayaknya Udah mulai susah naik lagi nih harganya. Jadi bisa dibilang, marketnya udah mencapai puncak. Lalu, tentu bisa mulai ditebak apa yang dilakukan sama bandar.


Bandar mulai jualin semua saham yang mereka punya, Mulai keluar dari saham tersebut, dan pastinya mendapat profit yang besar. Bayangin, jika saat itu bandar beli saham di harga 600 rupiah per lembar. Saat mereka jual, harganya udah 1500 rupiah per lembar. Untungnya udah 100% s/d 150%.


Karena bandar ini punya porsi besar, maka ketika mereka keluar dari market, Harga saham itu juga akan langsung turun. Grafik sahamnya langsung merah dalam sekejap. Investor-investor yang pemula atau sebatas coba peruntungan, Biasanya akan langsung panik lihat portofolio yang tiba-tiba merah.


Pilihannya hanya dua. Tahan, atau cut loss


Kebayang kan, misalnya si investor itu beli ketika harganya lagi di puncak, Di harga 1500 per lembar saham. Terus, besoknya atau jangankan besoknya deh. Bisa jadi 3 jam setelahnya, Harga langsung anjlok jadi 1000 per lembar.


Berusaha untuk tahan diri untuk gak cut loss, Eh ternyata besoknya, malah anjlok lagi jadi tinggal 700 per lembar.


Makin panik deh pasti. Apalagi kalau tidak diimbangi dengan manajemen keuangan yang baik.


 Dimana sebagian portofolionya disimpan disana. Wah makin kacau, dia benar-benar terjebak dalam permainan si bandar saham.


Jadi, kita masuk ke pertanyaan penting. Kalau memang mekanisme kerjanya begitu,


Apakah pasar saham seberbahaya itu dan Kita gak bisa dapet cuan atau profit dari pasar saham?


Kita bahas di artikel yang selanjutnya ya.


You Might Also Like

0 Comments