Emas Dan Terpuruknya Rupiah - Part 2

 


kita wajib sadar, bahwa uang kertas yang saat ini kita pegang bernilai "semu", tanpa jaminan logam mulia didalamnya. Harganya bisa naik turun sesuai kebijakan pemerintah, yang sayangnya, sering kali nilainya akan semakin turun.

 

Uang kertas saat ini hanyalah kertas, yang nilainya dijamin oleh logo burung garuda, logo Bank Indonesia, dan tandatangan presiden serta mentri keuangan.

That's it, and that's all.

 

Maka jangan heran, nilainya bisa berkurang tanpa kita sadari. 10 tahun lalu, uang Rp 10.000 bisa beli 2kg beras. Sekarang uang dengan nominal yang sama hanya bisa beli 1kg beras.

 

Tentunya Anda masih Ingat, bahwa pada tahun 1971, Presiden Amerika Serikat, Richard Nixon Menghapus aturan bahwa uang kertas wajib dijamin oleh emas. Maka sejak saat itu, Uang kertas yang saya dan Anda pegang saat ini adalah UTANG.

 

Tidak sampai di situ, Bank didunia pun membuat aturan bahwa pemerintah boleh mencetak uang "sesuka hati mereka" dengan hanya menngunakan "BOND" atau "Surat Utang" atau "Obligasi". Sama saja. Intinya, setiap kali pemerintah cetak uang, atau print money, maka pasti akan meningkatkan utang negara.

 

Jadi uang kertas adalah utang, dan mencetak uang yang didasarkan pada utang akan semakin meningkatkan utang. Belum lagi memperhitungkan bunga dari setiap rupiah uang yang dicetak. Hal ini menjadikan utang, dalam utang, dalam utang, dan semakin banyak negara terpuruk pada utang.

 

Cetak uang tanpa didasari jaminan aset atau proyek, akan membuat jumlah uang beredar bertambah dan Inflasi meningkat. Beras yang dulunya seharga Rp 5.000 per kilo, karena ada terlalu banyak uang rupiah beredar, maka harganya menjadi Rp 10.000 per kilo.

 

Anda tentunya mulai sadar dengan kondisi ekonomi di tahun 2020 ini. Ini adalah masa yang sulit, dimana banyak sektor pereokonomian terpuruk, daya beli turun, dan menyebabkan deflasi di berbagai titik. Meskipun saat ini deflasi terus terjadi, pemerintah terus-terusan cetak uang, terus-terusan tambah utang, dengan harapan ekonomi bisa segera bergerak normal.

 

Jadi, sudah dapat gambaran kan, ketika satu atau dua tahun kedepan, ketika ekonomi perlahan pulih, dan uang beredar di masyarakat ada sangat banyak, maka apa yang akan terjadi setelahnya?

 

Yes, gelombang Inflasi besar-besaran. Semoga pemerintah sudah antisipasi, dan dollar bisa segera kembali ke 12.000. Eh, mungkin gak ya?

You Might Also Like

0 Comments