Benarkah Binary Option (Olymp Trade, IQ Option, Binomo, dll) Bisa Memberikan Profit? Atau Hanya Scam?

Kalau ditanya "Apakah ada yang sukses dari aplikasi tarading seperti binomo dan olymp trade", maka jawabannya pasti ADA, yaitu developer aplikasinya, influencernya, dan tim marketingnya.

Namun saya agak ragu kalau ada orang yang benar-benar sukses dari trading di aplikasi tersebut. Saya pribadi adalah investor pasar modal aktif, sudah hampir 5 tahun menggeluti dunia saham, pasar modal, dan forex. Saya juga sudah pernah coba platform Olymptrade dan Binomo, juga platform judi semacam judi bola dan poker (Astagfirullah, iya itu dosa lama. mohon dimaafkan. udah insaf😥)

Trading binary option buat saya adalah judi berkedok investasi. Hanya tebak-tebakan apakah aset yang kita pilih dalam beberapa menit kedepan akan naik atau turun. Kalau naik, kita dapat profit. Kalau turun, loss semua uangnya. 

Dengan mekanisme ini, para influencer platform tersebut akan menyarankan bagaimana tekniknya biar bisa dapat cuan di platform ini. Misalnya, kalau sudah loss sekali, maka trading berikutnya jumlah uang "Taruhan"nya ditambah dua kali lipat agar bisa menutupi loss yang sebelumnya. Mereka juga akan membumbui trading ini dengan berbagai macam analisis teknikal seperti Moving average, fibonacci, dan sebagainya semata-mata biar terkesan "Ilmiah" dan "Terpelajar".

Namun sayangnya, Platform sistem ini sudah punya semacam mekanisme kecerdasan buatan untuk memainkan psikologis tradernya. Awal-awal kita trading, umumnya kita akan mulai dari uang sedikit dulu untuk coba-coba. pada saat tahap awal ini, sistem trading akan memberikan kita rasio kemenangan yang tinggi. Ini membuat pemula merasa senang dan kecanduan.

Karena sudah senang dengan profit yang dirasa lumayan, perlahan trader akan tertantang untuk menambah saldonya sedikit demi sedikit. Sampai pada tahap tertentu, biasanya beberapa hari setelah rutin trading, maka rasio menang akan semakin turun, dan kita akan semakin rugi.

Yang bikin seram dari Judi adalah, dia bisa memainkan psikologis kita sedemikian rupa sehingga membuat kita buta arah. semakin kita rugi, bukannya berhenti, maka kita akan terpacu untuk menambah dana lagi dengan harapan bisa baik modal dari uang yang sudah pernah loss sebelumnya. (Saya jadi paham betul mengapa agama mengharamkan judi dan mengatakan judi adalah permainan SETAN)

terus suntik dana…,
Terus tambah..,
Tambah lagi….
Dan tanpa sadar kita sudah loss banyak uang.

Ini tidak seperti trading saham atau forex beneran loh ya. Kalau trading saham, ketika harga turun, kita masih bisa simpan sahamnya dan berharap mungkin beberapa tahun kemudian akan naik lagi. Atau ketika kita beli dollar dan saat itu turun, kita bisa berharap nilainya naik lagi. Namun kalau platform trading binary option seperti Binomo, Olymptrade, IQ Option, FBS, kita gak punya "asetnya".

Kalau loss, ya hilang aja gitu duitnya.

Sama saja seperti judi togel, judi bola, judi poker, dan platform judi lainnya. Yang sukses dari dunia perjudian adalah bandar Judi. dan bandar Judi itu GAK MAIN JUDI.

Yang perlu digaris-bawahi adalah: Platform Binary option TIDAK DIAWASI OJK dan SUDAH SERING DI BANNED OLEH PEMERINTAH. Tapi iklannya masih terus-terusan tampil di sosmed kita.
Tidah hanya itu, FBI AMERIKA juga sudah membuat peringatan di website resmi perihal Fraud dari trading binary option yang bisa dibaca disini

Pemerintah dan media masa pun sudah sering menginfokan bahaya fraud dan scam yang mungkin mengancam dari platform broker investasi ini, seperti yang bisa kita baca disini.

Udah sering saya dengar cerita orang rugi puluhan hingga ratusan juta gara-gara loss di platform Binary Option semacam ini. Jadi, saran saya kalau kamu sebatas mau iseng coba-coba memacu adrenalin dan keberuntungan, silahkan saja.

Tapi jangan lupa bahwa ini adalah platform JUDI. Sehingga meskipun manis di awal, pada akhirnya rasio kehilangan uang JAUH LEBIH BESAR daripada rasio dapat uang.


Note: Tulisan ini sebelumnya sudah pernah saya Publish di Quora. Namun tiba-tiba tulisan saya di Banned oleh Quora karena beberapa orang menanggap tulisan saya fraud

Komentar