Tampilkan postingan dengan label Keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keuangan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 September 2021

"Cashless Effect",  Bikin Kamu Tambah Boros

"Cashless Effect", Bikin Kamu Tambah Boros



Guys, pernah gak sih kalian merasa kalau belanja pakai uang digital, kartu kredit, atau pay later, rasanya bukan tambah hemat tapi tambah boros?

 

Ada sebuah teori yang disebut "Cashless Effect" dimana kita akan cenderung menghabiskan  uang lebih banyak ketikan menggunakan uang digital atau bahkan uang yang tidak kita miliki sama sekali lewat kredit atau pay later.

 

Nah disini Ada sebuah data menarik yang dirilis Katadata dan Kredivo,

Dikatakan bahwa jumlah transaksi paylater selama pandemi meningkat cukup signifikan,

Dan pengguna baru meningkat hingga 55%.

 

Kenapa orang jadi suka pakai pay later?

Jawabannya beragam, bisa jadi karena memang butuh tapi gak punya uang,

Bisa jadi karena ada promo khusus pembayaran paylater, jadi kalau bayar belanjaan dengan cara berutang, kita malah dikasih diskon yang lebih besar daripada bayar cash.

Atau alasan yang paling umum adalah karena memang tidak bisa menahan godaan untuk membeli barang yang sebenarnya gak pelu-perlu amat.

 

Apapun alasannya, paylater atau sistem pembayaran kredit, sukses membuat banyak orang semakin konsumtif.

Karena pada dasarnya pay later didisain untuk mengakomodir orang yang punya sifat Impulse buying, Alias belanja bukan karena butuh tapi karena pengen doang.

Kesempatan ini dimanfaatkan oleh pelaku bisnis untuk membesarkan pembayaran lewat metode paylater

 

Adanya Paylater ini Bagus gak sih sebenernya?

Ya bisa jadi bagus, bisa jadi enggak.

 

Disatu sisi mungkin aja ada orang yang beneran butuh paylater, jadi ini sangat membantu mereka.

Disisi lain, dengan adanya pay later atau pembayaran kredit, secara makro tingkat konsumsi orang itu meningkat, dan berdampak pula pada perputaran ekonomi yang semakin cepat. Jadi bagus juga untuk menggerakan roda perekonomian di Indonesia.

 

Namun disisi lain, masalah akan mulai bermunculan ketika kita gak bisa bayar tagihan atau cicilan yang tepat waktu. Bunganya besar bos, belum lagi debt collectornya bisa galak.

 

Hal ini mulai menjadi masalah di beberapa negara, salah satunya Korea selatan. Ada banyak orang bangkrut karena terjebak utang rumah tangga seperti paylater dan pinjaman online.

 

Sebenernya kita cukup bersyukur dengan regulasi kredit, paylater, dan pinjol di Indonesia yang dibuat oleh pemerintah. Karena meskipun belum sempurna dan banyak kurangnya sana-sini, tapi menurut saya pemerintah sudah cukup bisa mengontrol keberadaan pembayaran paylater ini.

 

Saya pribadi, sangat menghindari paylater, dan juga menyarankan kalian untuk jauh-jauh dari pay later, meskipun sekilas promonya terlihat menggiurkan.

Karena paylater itu membiasakan diri kita untuk konsumtif dan impulse buying. Kita jadi gampang beli barang dan gak dipikir nanti keuangan kita bakal sehat atau enggak kedepannya.

Jumat, 05 Februari 2021

 Perlukah kita menggunakan Dinar-Dirham di Indonesia?

Perlukah kita menggunakan Dinar-Dirham di Indonesia?

Mari kita bahas sedikit tentang pasar Muamalah yang baru-baru ini Digerebek polisi karena menggunakan Dinar-Dirham dalam transaksinya. Tentunya menuai banyak pro dan kontra, namun saya pribadi pro dengan ditutupnya pasar muamalah ini.


Perlukah kita menggunakan Dinar-Dirham di Indonesia?
Jawabannya: TIDAK PERLU.

Kita sudah punya Rupiah sebagai alat tukar yang sah di Indonesia. Gak ada yang salah sebenarnya dengan konsep memiliki alat tukar antara satu negara dengan negara lain. Hal ini pun sudah lumrah sejak zaman dahulu, dimana setiap kerajaan menerbitkan koin emas, perak, dan perunggu sendiri sebagai identitas kerajaan masing-masing.

Namun kenapa saya terus ngomongin soal emas dan perak?

Yang perlu kita kritisi disini adalah, emas dan perak atau logam mulia berharga lainnya sebagai “UNDERLYING ASSET”, suatu aset yang mendasari dan menjamin nilai dari rupiah kita. 


Selama ini, Rupiah yang kita pegang, gak ada jaminannya selain “kepercayaan pada pemerintah”. Rupiah itu hanya uang kertas. Cadangan emas Bank Indonesia hanya kurang dari 10% dari Jumlah Uang beredar di masyarakat. Begitupun Dollar di Amerika dan mata uang di hampir seluruh dunia pun sama saja. Hanya kertas, tanpa ada jaminan asetnya.


Sebelum tahun 1971, Setiap Dollar ADA JAMINAN EMASnya. Namun setelah tahun 1971, Presiden Richard Nixon memutuskan Dolar tidak lagi dijamin emas.


Tahun 1946 setelah Indonesia Merdeka, Uang Rupiah juga memiliki jaminan emas, dimana 10 Rupiah senilai dengan 0.5 gram emas. Namun tidak lama setelah itu, Tahun 1949 setelah Konfrensi Meja Bundar (KMB), Emas dari rupiah dicabut, dan Rupiah tidak lagi dijamin dengan logam berharga.

Semenjak ditariknya jaminan logam mulia dari mata uang kertas, nilai Inflasi di banyak negara melonjak tajam. Hal ini perlahan mulai diwaspadai banyak pemimpin dunia, sehingga beberapa bulan lalu kita melihat banyak berita dimana mulai banyak Bank Central di negara lain menambah cadangan emasnya seperti China (yang paling massif), Russia, dan Amerika.


Tentunya yang dilakukan negara itu bukan ingin menjadikan emas dan perak sebagai alat tukar. Tapi ingin menjadikan logam mulia ini sebagai jaminan dari mata uangnya.


Rupiah, tetap kebanggaan Indonesia.
Ini udah keren, dan bangga-lah dengan Rupiah.




Sabtu, 23 Januari 2021

Pesan Untuk Kamu Yang Berencana Serius Trading / Investasi Saham Di Era Pandemi

Pesan Untuk Kamu Yang Berencana Serius Trading / Investasi Saham Di Era Pandemi

Saya sudah kenal dengan dunia saham sejak kuliah semester 4, sekitar umur 20 tahun. Saat itu karena masih sekolah dan gak punya uang banyak, maka saya hanya trading dari nominal kecil aja. 100rb, 200 rb. Usia saya saat ini 25 Tahun. Meski begitu, saya banyak belajar seputar saham dan analisisnya dari seminar di kampus, buku, dan ikut seminar berbayar di luar.

Saya mau cerita ini karena kelihatannya banyak banget trader Newbie di angkatan Corona, Mereka yang mencoba trading saham karena mungkin habis diPHK, atau sebatas tertarik melihat trend saham yang lagi naik tinggi

Meskipun sudah kenal saham dan sudah punya akun saham sejak kuliah dulu, Saya baru mulai serius trading saham setelah bekerja dan punya gaji sendiri. Sebagian gaji saya saya pakai untuk trading saham dengan sangat hati-hati. Masih sering loss, dan sesekali dapat profit juga. Tapi gak masalah, loss dan profit adalah tahap beajar kalau kita mau investasi apapun itu. Anggaplah itu uang "sekolah", karena dengan melalui fase Loss & Profit, mental dan psikologis kita akan sangat dilatih.

Alasan saya trading saham tentunya karena (gak munafik ya), pengen kaya dan dapet duit banyak. Mana ada orang investasi niatnya gak dapet duit sih, bener gak?

Saya banyak belajar dari investor saham terkenal yang sukses di dunia saham, belajar tekniknya, bukunya, seminarnya. Saya juga mempelajari teknik penipuan dan manipulasi seperti apa yang umum terjadi di pasar modal yang biasanya dipermainkan oleh Bandar saham (Mereka yang punya duit banyak dan bisa menggerakan harga saham).

Seriusan deh, grafik saham itu naik dan turun memang karena adanya supply dan depand. Namun Supply dan Demand gak selalu murni dipengaruhi oleh mekanisme pasar. Tapi bisa juga dipengaruhi oleh Bandar saham atau "Big Money", mereka-mereka yang punya banyak uang sehingga bisa memanipulasi Supply-Demand di pasar saham. Tolong pelajari ini juga kalau kalian serius mau terjun ke dunia saham.

Robert Kiyosaki berkata, untuk bisa benar-benar ahli di dunia saham Wallstreet, butuh waktu minimal 5 Tahun dan harus merasakan rugi hingga minimal 100.000 dolar, dan banyak sekali praktik manipulasi di pasar saham.

Lanjut yaa.,

Karena sibuk kerja, saya menjadi trader jangka menengah. Gak tiap hari lihatin grafik seperti day trader atau scalper pada umumnya. Saya fokus di saham Bluchip dan atau saham yang memang prospeknya lagi kelihatan bagus.

Saat ini, portofolio saya berfariasi, ada yang merah dan hijau.
Tapi alhamdulillah total masih hijau dan profit.

Pesan saya buat yang mau belajar saham di era pandemi ini;
Saat ini, pasar saham memang dalam keadaan bullish, sehingga mudah menjebak newbie tergiur dengan profit besar dalam waktu singkat. Pahamilah, Kalian bukan jago trading saham, tapi kalian BERUNTUNG bisa dapat profit dengan menunggangi pasar yang sedang bullish.

Oleh karena itu, tetaplah hati-hati dan bijak dalam Investasi di dunia saham. Karena kembali lagi ke prinsip dasar. High Risk, High Return. Saham adalah instrumen investasi yang beresiko tinggi. Selalu gunakan uang "dingin" dalam transaksi saham, uang yang kalian siap kalau-kalau nilainya berkurang hingga 50% dalam waktu singkat.

HINDARI pakai uang panas, apalagi ngutang. Jangan. Beneran deh.
Dan terakhir, selalu upgrade ilmu. Karena sejatinya, tidak ada yang namanya kaya tanpa belajar dan kerja keras.

Kamis, 21 Januari 2021

Benarkah Binary Option (Olymp Trade, IQ Option, Binomo, dll) Bisa Memberikan Profit? Atau Hanya Scam?

Benarkah Binary Option (Olymp Trade, IQ Option, Binomo, dll) Bisa Memberikan Profit? Atau Hanya Scam?

Kalau ditanya "Apakah ada yang sukses dari aplikasi tarading seperti binomo dan olymp trade", maka jawabannya pasti ADA, yaitu developer aplikasinya, influencernya, dan tim marketingnya.

Namun saya agak ragu kalau ada orang yang benar-benar sukses dari trading di aplikasi tersebut. Saya pribadi adalah investor pasar modal aktif, sudah hampir 5 tahun menggeluti dunia saham, pasar modal, dan forex. Saya juga sudah pernah coba platform Olymptrade dan Binomo, juga platform judi semacam judi bola dan poker (Astagfirullah, iya itu dosa lama. mohon dimaafkan. udah insaf😥)

Trading binary option buat saya adalah judi berkedok investasi. Hanya tebak-tebakan apakah aset yang kita pilih dalam beberapa menit kedepan akan naik atau turun. Kalau naik, kita dapat profit. Kalau turun, loss semua uangnya. 

Dengan mekanisme ini, para influencer platform tersebut akan menyarankan bagaimana tekniknya biar bisa dapat cuan di platform ini. Misalnya, kalau sudah loss sekali, maka trading berikutnya jumlah uang "Taruhan"nya ditambah dua kali lipat agar bisa menutupi loss yang sebelumnya. Mereka juga akan membumbui trading ini dengan berbagai macam analisis teknikal seperti Moving average, fibonacci, dan sebagainya semata-mata biar terkesan "Ilmiah" dan "Terpelajar".

Namun sayangnya, Platform sistem ini sudah punya semacam mekanisme kecerdasan buatan untuk memainkan psikologis tradernya. Awal-awal kita trading, umumnya kita akan mulai dari uang sedikit dulu untuk coba-coba. pada saat tahap awal ini, sistem trading akan memberikan kita rasio kemenangan yang tinggi. Ini membuat pemula merasa senang dan kecanduan.

Karena sudah senang dengan profit yang dirasa lumayan, perlahan trader akan tertantang untuk menambah saldonya sedikit demi sedikit. Sampai pada tahap tertentu, biasanya beberapa hari setelah rutin trading, maka rasio menang akan semakin turun, dan kita akan semakin rugi.

Yang bikin seram dari Judi adalah, dia bisa memainkan psikologis kita sedemikian rupa sehingga membuat kita buta arah. semakin kita rugi, bukannya berhenti, maka kita akan terpacu untuk menambah dana lagi dengan harapan bisa baik modal dari uang yang sudah pernah loss sebelumnya. (Saya jadi paham betul mengapa agama mengharamkan judi dan mengatakan judi adalah permainan SETAN)

terus suntik dana…,
Terus tambah..,
Tambah lagi….
Dan tanpa sadar kita sudah loss banyak uang.

Ini tidak seperti trading saham atau forex beneran loh ya. Kalau trading saham, ketika harga turun, kita masih bisa simpan sahamnya dan berharap mungkin beberapa tahun kemudian akan naik lagi. Atau ketika kita beli dollar dan saat itu turun, kita bisa berharap nilainya naik lagi. Namun kalau platform trading binary option seperti Binomo, Olymptrade, IQ Option, FBS, kita gak punya "asetnya".

Kalau loss, ya hilang aja gitu duitnya.

Sama saja seperti judi togel, judi bola, judi poker, dan platform judi lainnya. Yang sukses dari dunia perjudian adalah bandar Judi. dan bandar Judi itu GAK MAIN JUDI.

Yang perlu digaris-bawahi adalah: Platform Binary option TIDAK DIAWASI OJK dan SUDAH SERING DI BANNED OLEH PEMERINTAH. Tapi iklannya masih terus-terusan tampil di sosmed kita.
Tidah hanya itu, FBI AMERIKA juga sudah membuat peringatan di website resmi perihal Fraud dari trading binary option yang bisa dibaca disini

Pemerintah dan media masa pun sudah sering menginfokan bahaya fraud dan scam yang mungkin mengancam dari platform broker investasi ini, seperti yang bisa kita baca disini.

Udah sering saya dengar cerita orang rugi puluhan hingga ratusan juta gara-gara loss di platform Binary Option semacam ini. Jadi, saran saya kalau kamu sebatas mau iseng coba-coba memacu adrenalin dan keberuntungan, silahkan saja.

Tapi jangan lupa bahwa ini adalah platform JUDI. Sehingga meskipun manis di awal, pada akhirnya rasio kehilangan uang JAUH LEBIH BESAR daripada rasio dapat uang.


Note: Tulisan ini sebelumnya sudah pernah saya Publish di Quora. Namun tiba-tiba tulisan saya di Banned oleh Quora karena beberapa orang menanggap tulisan saya fraud

Sabtu, 31 Oktober 2020

Ayo Jaminkan Setiap Rupiah Kita Dengan Emas!

Ayo Jaminkan Setiap Rupiah Kita Dengan Emas!




Saya masih ingat, awal tahun 2019 lalu saya membuka rekening tabungan emas di Pegadaian.

Produknya pegadaian ini menarik minat saya, karena kita bisa beli emas dan langsung otomatis terdeposit dalam akun rekening emas milik kita.  Jadi konsepnya adalah menabung emas, dimana nilainya bisa naik dan turun sesuai nilai emas saat itu.

 

Kalau kita punya 11 juta rupiah, maka rekening pegadaian kita akan berisi 10 gram emas. BUKAN rupiahnya, tapi gram emasnya. Emas ini pun nantinya bisa dijadikan bentuk emas fisik jika diinginkan. Dengan tambahan biaya tentunya

 

Tentunya ini bukan tabungan yang ditujukan untuk jangka pendek, karena ada selisih harga jual dan harga beli emas. Pastinya harga kita beli emas, akan lebih mahal daripada harga kita jual emas. Beda harganya bisa sekitar 80ribu sampai dengan 100 ribu per gramnya.

 

Meski begitu, saya tetap tertarik, karena kita tidak perlu pusing simpan emas di rumah, yang bisa khawatir dicuri atau dirampok orang jahat.

 

Tahun 2020, ada juga produk rekening emas serupa bernama Dinaran, dimana setiap rupiah yang kita simpan di Bank Dinaran, akan dikonversikan langsung dengan emas. Lebih keren lagi, karena Dinaran sudah terintegrasi dengan sistem pembayaran GPN, kita bisa langsung pakai emas kita untuk transaksi di merchat yang menggunakan EDC GPN di seluruh Indonesia. Bahkan sedang dalam tahap pengembangan pembayaran untuk sistem Barcode QRIS Payment

 

Dinaran ini akan mengkonversikan rupiah kita langsung kedalam gram emas. Misal kita punya 11 juta, dan dimasukkan kedalam rekening dinaran, maka yang muncul adalah nominal 10 gram emas. Emas ini apabila ingin dibelanjakan, sistemnya akan otomatis merubah kembali emas tersebut menjadi rupiah, barulah uangnya bisa digunakan untuk belanja, atau transfer ke rekening bank lain.

 

Ini adalah produk yang menurut saya sangat cerdas dan revulusioner. Dalam jangka panjang, bisa jadi akan menyelamatkan nasib keuangan banyak orang.

 

Kita sudah tahu bahwa dalam sistem ekonomi yang berjalan saat ini, ada “pencuri misterius” bernama INFLASI. Dibilang misterius karena dia tidak mencuri fisik nominal uang kita, tapi dia bisa mencuri Nilai atau Value dari uang kita.

 

Uang kertas 3 Juta sekarang bisa beli kambing besar. Uang kertas 3 juta yang sama sekarang, 10 tahun lagi mungkin cuman bisa beli kambing kecil, dan 30 tahun lagi mungkin cuman bisa buat beli Ayam.

 

Jadi, ada yang “mencuri” uang kita. Dan pencuri misteris itu bernama Inflasi.

 

Beruntungnya, Inflasi ini tidak bisa mencuri value dari logam mulia (precious metal), seperti Emas dan perak. Emas, perak, perunggu, sudah terbukti ribuan tahun lalu, sejak zaman romawi kuno hingga detik ini, Sebagai instrumen keuangan yang solid nilainya.

 

3 gram emas setibu tahun lalu bisa beli kambing. 3 gram emas sekarang bisa beli kambing. 3 gram emas seribu tahun kedepan pun akan bisa buat beli kambing.

 

Jadi, masih belum mau nabung emas dan perak?


 

Selasa, 27 Oktober 2020

Emas Dan Terpuruknya Rupiah - Part 3

Emas Dan Terpuruknya Rupiah - Part 3




Sejak pandemi Covid 2020, Pemerintah sudah mencetak banyak sekali uang rupiah (Masukkan nilainya). Hal ini terjadi karena masyarakat menahan uangnya, berusaha berhemat disituasi kondisi ekonomi yang sulit. Suatu hal yang tentunya umum dilakukan ketika ekonomi sulit, masyarakat tentunya hanya akan membeli kebutuhan yang bersifat pokok saja.

 

Dalam kondisi seperti ini, alih-alih mengatasi faktor utama yang memperlambat ekonomi, pemerintah nampaknya memilih untuk terus-terusan cetak duit dan berutang.

 

Tidak heran beberapa hari lalu, Indonesia mendapat peringkat negara ke 7 penghutang terbesar di Asia, dan peringkat 1 negara penghutang terbesar di Asia tenggara. Sebuah prestasi yang bikin geleng-geleng kepala.

 

Sebelumnya kita sudah bahas tentang Emas dan perak sebagai salah satu intrumen yang solid nilainya sejak ribuan tahun lalu, dan kita sudah membahas bahwa sejak uang kertas tidak lagi dijamin oleh emas dan perak pada tahun 1971, maka uang kertas adalah UTANG yang nilainya bisa anjlok kapan saja.

 

Saya masih ingat tahun 2019 lalu, saya beli emas dengan harga 690.000 per 1 gram di Gerai pegadaian. Bulan oktober 2020 ini, 1 gram emas yang sama, bernilai lebih dari 1 juta rupiah. Dalam 1 tahun saja, nilai emas terhadap rupiah sudah "meningkat" 30%.

 

Bagi saya, Emas adalah instrumen mempertahankan nilai dari mata uang. Bukan Investasi. Bagi Anda yang ingin menganggap Emas sebagai "Investasi" ya silahkan saja. Sah-sah aja, dan banyak juga yang beranggapan demikian, karena dunia Internasional pun memperlakukan Emas dan perak sebagai "Komoditas", Sehingga bisa di "trading", dan ada juga "Bandar" yang mengatur harganya.

 

Namun mari kita kritisi sedikit. Bagi saya, Emas adalah Emas. Emas bukan instrumen Investasi. Investasi itu bagi saya adalah sesuatu yang "tumbuh dan berkembang"

 

Emas dan perak yang Saya punya tidak pernah "tumbuh dan berkembang". 100 gram emas yang saya miliki sekarang, 10 tahun kemudian, 20 tahun kemudian, 30 tahun kemudian,

100 gram emas akan tetap 100 gram emas. Tidak tumbuh. tidak berkembang.

 

Tapi yang menarik adalah, Emas dan perak selalu bisa menjaga kestabilan nilainya sendiri. 1400 tahun lalu, 2,5 gram emas bisa beli 1 kambing. Sekarang, 2.5 gram emas bisa beli kambang. Dan saya pun percaya 1000 tahun kedepan, 2.5 gram emas akan tetap bisa beli kambing.

 

Berbeda dengan uang kertas. Rp 2.5 juta sekarang kita bisa beli kambing. 50 tahun lagi, jika pemerintah terus-terusan cetak uang dan berutang, apakah 2,5 juta bisa beli kambing? Saya yakin tidak. mungkin 2.5 juta hanya bisa untuk beli 1 ekor ayam.

 

Ya, ini adalah yang disebut Inflasi. Berkurangnya nilai mata uang akibat bertambahnya jumlah uang beredar di masyarakat secara massif dan terus menerus.

 

Inflasi adalah sistem paling cerdas untuk "Mencuri" dari penduduk masyarakat suatu negara, RP 2.5juta yang saat ini bisa saya pakai untuk beli kambing, 50 tahun lagi hanya bisa beli ayam. Sederhana saja, Kemana kambing saya? Dicuri oleh sistem bernama "Inflasi"

 

2020 ini, semakin menyadarkan kita, bahwa sistem keuangan seluruh dunia semakin menunjukkan kebobrokkannya. Harga emas yang semakin melambung tinggi, harusnya semakin menyadarkan kita, bahwa uang kerta kita "tidak baik-baik saja" 

Semakin melambung harga emas di suatu negara, semakin buruk ekonomi negara tersebut, dan semakin menegaskan betapa lemahnya mata uang negara tersebut.

 

Jadi, yuk mulai koleksi emas dan perak.

sekarang!


Jumat, 23 Oktober 2020

Emas Dan Terpuruknya Rupiah - Part 2

Emas Dan Terpuruknya Rupiah - Part 2

 


kita wajib sadar, bahwa uang kertas yang saat ini kita pegang bernilai "semu", tanpa jaminan logam mulia didalamnya. Harganya bisa naik turun sesuai kebijakan pemerintah, yang sayangnya, sering kali nilainya akan semakin turun.

 

Uang kertas saat ini hanyalah kertas, yang nilainya dijamin oleh logo burung garuda, logo Bank Indonesia, dan tandatangan presiden serta mentri keuangan.

That's it, and that's all.

 

Maka jangan heran, nilainya bisa berkurang tanpa kita sadari. 10 tahun lalu, uang Rp 10.000 bisa beli 2kg beras. Sekarang uang dengan nominal yang sama hanya bisa beli 1kg beras.

 

Tentunya Anda masih Ingat, bahwa pada tahun 1971, Presiden Amerika Serikat, Richard Nixon Menghapus aturan bahwa uang kertas wajib dijamin oleh emas. Maka sejak saat itu, Uang kertas yang saya dan Anda pegang saat ini adalah UTANG.

 

Tidak sampai di situ, Bank didunia pun membuat aturan bahwa pemerintah boleh mencetak uang "sesuka hati mereka" dengan hanya menngunakan "BOND" atau "Surat Utang" atau "Obligasi". Sama saja. Intinya, setiap kali pemerintah cetak uang, atau print money, maka pasti akan meningkatkan utang negara.

 

Jadi uang kertas adalah utang, dan mencetak uang yang didasarkan pada utang akan semakin meningkatkan utang. Belum lagi memperhitungkan bunga dari setiap rupiah uang yang dicetak. Hal ini menjadikan utang, dalam utang, dalam utang, dan semakin banyak negara terpuruk pada utang.

 

Cetak uang tanpa didasari jaminan aset atau proyek, akan membuat jumlah uang beredar bertambah dan Inflasi meningkat. Beras yang dulunya seharga Rp 5.000 per kilo, karena ada terlalu banyak uang rupiah beredar, maka harganya menjadi Rp 10.000 per kilo.

 

Anda tentunya mulai sadar dengan kondisi ekonomi di tahun 2020 ini. Ini adalah masa yang sulit, dimana banyak sektor pereokonomian terpuruk, daya beli turun, dan menyebabkan deflasi di berbagai titik. Meskipun saat ini deflasi terus terjadi, pemerintah terus-terusan cetak uang, terus-terusan tambah utang, dengan harapan ekonomi bisa segera bergerak normal.

 

Jadi, sudah dapat gambaran kan, ketika satu atau dua tahun kedepan, ketika ekonomi perlahan pulih, dan uang beredar di masyarakat ada sangat banyak, maka apa yang akan terjadi setelahnya?

 

Yes, gelombang Inflasi besar-besaran. Semoga pemerintah sudah antisipasi, dan dollar bisa segera kembali ke 12.000. Eh, mungkin gak ya?

Rabu, 21 Oktober 2020

Emas Dan Terpuruknya Rupiah - Part 1

Emas Dan Terpuruknya Rupiah - Part 1


Kita tahu bahwa Emas dan perak menjadi instrumen keuangan yang solid sejak ribuan tahun lalu. Telah dibuktikan dalam sejarah kestabilannya,  dan dianjurkan dalam agama untuk transaksi menggunakan dua instrumen ini.

Dulu, setiap uang kertas dijamin dengan emas termasuk INDONESIA. Di Era pemerintahan presiden Soekarno, beliau dengan cerdas membuat sistem keuangan yang solid untuk rakyat indonesia melalui dekrit No. 19 tahun 1946, yang menyatakan bahwa setiap ORI (Oeang Republik Indonesia) wajib dijamin oleh emas. Saat itu, setiap Rp 2, senilai dengan 1 gram emas.

 

Namun sejak 1971, Presiden Amerika Serikat Richard Nixon memutuskan bahwa uang kertas dollar tidak lagi diback-up dengan emas. Hal ini pun disepakati IMF dan world bank,  sehingga menjadi sistem yang diterapkan di seluruh dunia, termasuk INDONESIA.

 

Setelah 1971, Uang kertas di seluruh dunia TIDAK LAGI di back-up emas atau perak. Maka seketika itu juga, Uang kertas di Seluruh  dunia adalah UTANG.

 

Belum selesai sampai di situ, penggunaan emas pun semakin dibatasi. Setelah jaminan emas di cabut oleh Presiden Nixon tahun 1971, Amerika MELARANG rakyat sipil untuk memiliki emas atau perak. Semua yang memiliki Emas dan Perak adalah Illegal, Dianggap kriminal dan terancam dipenjara

 

Hal yang sama terjadi di Indonesia. Ya, meskipun tidak sekejam Amerika. Pemerintah menerbitkan Peraturan UU Nomor 7 Tahun 2011 yang berbunyi: "setiap orang yang tidak menggunakan rupiah dalam setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran dan transaksi keuangan lainnya akan dikenakan pidana denda maksimal Rp 200 juta dan pidana kurungan maksimal satu tahun"

 

Pemerintah Indonesia memberlakukan Emas sebagai "Komoditas", Bukan sebagai "alat tukar". Jadi, emas dianggap sama seperti minyak, gas, batu bara, dan semisalnya. Memiliki Emas di Indonesia sebagai komoditas adalah legal. Namun menggunakan emas sebagai alat tukar adalah Illegal. Bisa terancam didenda dan dipenjara.

 

Tentunya ada alasan dibalik dilarangnya penggunaan emas dan perak di seluruh negara di dunia, yang akan kita bahas nanti.


Selasa, 13 Oktober 2020

Gaji 8 Juta, Yang Satu Kaya Raya, Yang Satu Ngepas, Yang Satu Miskin. Kok Bisa?

Gaji 8 Juta, Yang Satu Kaya Raya, Yang Satu Ngepas, Yang Satu Miskin. Kok Bisa?

 

Ada salah satu resep kecukupan dalam keuangan yang sebenarnya sudah diketahui oleh semua orang, Namun seringkali jarang diterapkan. Yaitu bersyukur.

Bersyukur dengan segala yang sudah kita miliki dan nikmati hingga saat ini, Yang ajaibnya, sifat  bersyukur ini bisa membuat kita merasa senantiasa cukup, bahkan mampu menggerakkan hati kita untuk bisa bersedekah atau berderma kepada orang lain.

Pernahkah teman-teman memperhatikan, bahwa pendapatan setiap orang sama sekali tidak menjamin kekayaan yang dimilikinya?

Misalnya, ada 3 orang yang bekerja di perusahaan yang sama, dengan gaji yang kurang lebih sama. Misalnya kita sebut saja, gajinya 8 jt per bulan. Yang pertama bisa hidup lebih dari cukup. Bisa jalan-jalan ke luar negeri, dan beli barang branded.

Yang kedua hidupnya ngepas aja, masih bisa nabung sih, tapi gak sampai hidup yang terlalu glamor. Sementara yang ketiga, gaji 8jt per bulan namun masih berkekurangan. Masih perlu cari hutangan sana sini. Kira-kira, mengapa hal ini bisa terjadi?

Hal ini terjadi karena ada banyak sekali faktor yang mempengaruhi keadaan finansial setiap orang, dan setiap orang dengan latar belakang berbeda tentunya akan memiliki masalah yang berbeda juga. Dari contoh 3 orang yang tadi, meskipun mereka bertiga memiliki penghasilan yang sama, namun latar belakang mereka sama sekali berbeda, sehingga keadaan finansialnya juga berbeda.

Yang pertama, masih lajang dan tinggal di rumah orang tua. Makan sehari-hari pun masih disediakan oleh orang tua. Sehingga hampir semua gajinya bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk kebutuhan primer dan sekunder, namun juga tersier, seperti travelling dan beli barang branded.

Yang kedua, adalah seorang kepala keluarga yang punya 3 orang anak, Dimana semua sudah masuk masa sekolah di kota besar di jakarta. Gaji 8 juta, untuk keluarga ini yang hidup di jakarta, bisa dibilang jumlahnya ngepas aja.

Jika penghasilannya sudah dikurangi dengan biaya sewa rumah, uang sekolah anak, dan kebutuhan pokok harian, maka mungkin hanya tersisa 10% sampai 20% untuk tabungan. Belum lagi dana darurat yang harus dipersiapkan jumlahnya juga. Cukup besar bagi keluarga dengan 3 orang anak.

Lalu yang ke 3, orang dengan gaji 8 juta namun masih sangat kurang bahkan harus cari hutangan. Kasusnya bisa bermacam-macam. Misalnya, mungkin ibunya mengalami sakit berat seperti kanker yang memakan biaya berobat sangat mahal, sehingga gajinya tidak cukup.

Mungkin juga kepala keluarga ini harus menanggung tidak hanya beban anak istrinya sendiri, namun juga harus menanggung kehidupan orangtuanya dan kedua mertuanya. Sehingga jumlah yang hidup dalam tanggungannya ada 7 orang.

Belum lagi orang tua biasanya memiliki kesehatan yang tidak terlalu baik, sehingga harus rutin juga keluar uang untuk berobat. Jadi merencanakan keuangan bagi setiap orang sangat berbeda beda, dan tidak ada formu atau rumus yang pasti bisa sama ditetapkan untuk semua orang, karena kondisi setiap orang berbeda-beda.

Satu-satunya partner terbaik untuk merencanakan dan mendiskusikan keuangan adalah pasangan atau keluarga kita, orang-orang yang kita percaya dan akan membantu kita dalam kondisi sesulit apapun.

Jadi, yuk mari bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini,
Dan bila perlu, yuk bantu juga mereka yang membutuhkan,
Terutama disaat masa-masa sulit seperti sekarang ini.




Selasa, 06 Oktober 2020

Pentingnya Menyediakan Rekening Terpisah, Kamu Sudah Siapkan?

Pentingnya Menyediakan Rekening Terpisah, Kamu Sudah Siapkan?


Sebelumnya kita sudah memahami bahwa ada beberapa pos alokasi keuangan yang perlu direncanakan pengeluarannya sejak dini. Untuk bisa mengatur kelancaran pembagian pos pengeluaran bulanan seperti ini, biasanya agak tricky.

Sebagian orang yang telaten mungkin bisa mengatur uangnya hanya dengan satu rekening saja. Namun, bagi saya pribadi, Punya satu rekening bank, agak menyulitkan. Untuk itu, agar bisa memaksimalkan anggaran lebih baik lagi, Akan lebih mudah jika  kita memiliki paling tidak 3 rekening terpisah.

Yang pertama, rekening khusus dana darurat.
Kita bisa tempatkan dana darurat di deposito. Deposito mungkin tidak memberikan imbal hasil yang besar. Jika dibandingkan reksadana atau saham. Namun fungsi utama dari dana darurat adalah Dana yang harus bisa segera dikeluarkan saat kondisi darurat terjadi.

Sehingga return investasi yang kecil tidak jadi masalah. Yang penting aman, dan bagus juga kalau Return investasinya bisa impas dengan inflasi. Beberapa bank sudah menyediakan fasilitas deposito otomatis dalam aplikasi mobile banking, yang menjadi satu dengan rekening utama, Untuk memudahkan nasabah dalam buka rekening deposito. Sehingga sangat mudah bagi kita untuk mengatur alokasi keuangan tersebut.

Rekening berikutnya yang perlu dipersiapkan terpisah adalah, Rekening belanja bulanan, dengan rekening untuk dana senang-senang. Ini cukup penting, agar kita tidak bingung uang yang ada larinya kemana saja. Rekening buat beli beras bulanan jangan disamakan dengan rekening buat beli kopi di café. Nah sekarang dengan semakin canggihnya dunia perbankan,

Beberapa bank sudah menyediakan fitur pembuatan rekening terpisah dalam satu aplikasi saja. Jadi kita gak pelu ribet buka rekening di banyak bank. Dalam satu platform, bisa ada beberapa rekening. Bahkan ada juga satu rekening khusus yang didedikasikan untuk bisnis. Jadi, coba tanyakan ke bank yang jadi tujuanmu ya,

Apakah sudah punya fitur multi rekening ini. Karena ini akan sangat membantu dan memudahkan. Idealnya, setiap pos alokasi keuangan apapun, perlu dibuatkan rekening terpisah. Meskipun tentunya tidak semua harus di bank.

Misalnya, untuk tujuan jangka panjang lebih dari 20 tahun, Seperti dana pensiun, baiknya tidak ditaruh di perbankan. Bisa dicoba alokasikan di reksadana campuran atau reksadana saham, Karena masa waktunya masih panjang, Sehingga bisa coba menggunakan instrumen investasi dengan return investasi yang sedikit lebih tinggi, dan resiko yang tetap terukur.

Untuk alokasi asuransi dan pembayaran cicilan bulanan, Bisa langsung menggunakan fitur auto debt dari rekeing utama. Nah dengan begini, akan lebih mudah melacak pengeluaran kita kemana saja, Dan menghindari kita dari pengeluaran-pengeluaran “siluman”.

Begitu aja kok. Gampang kan atur uang.
Lebih susah cari uang sih sebenernya, kan.




Kamis, 01 Oktober 2020

Millenial, Ini Alasan Penting Mengapa Kamu Wajib Coba Catat Pemasukan Dan Pengeluaran

Millenial, Ini Alasan Penting Mengapa Kamu Wajib Coba Catat Pemasukan Dan Pengeluaran

 

Pernah gak sih, kalian merasa duit kok cepet banget habisnya? Keluarnya tuh kemana aja, gak kerasa tahu tahu kantong udah tipis aja, padahal gajian masih seminggu lagi. Barangkali ini adalah keluhan kita bersama.

Iya, kita. Saya juga sesekali mengalami hal ini.

Jadi video kali ini selain untuk sharing ilmu, Juga sebagai pengingat bagi diri saya sendiri. Ada bocor-bocor halus uang keluar, yang sebenarnya itu tipis sekali, gak kerasa. Tapi ternyata kalau diakumulasikan sebulan bisa lumayan banget jumlahnya.

Duit yang keluarnya mungkin cuman seribu dua ribu, Tapi sering dikeluarkan setiap hari. Misalnya, bayar parkir yang satu jam nya dua ribu rupiah. Dan dalam sehari mungkin bisa dua atau tiga kali parkir. Dalam sebulan itu jumlahnya udah bisa hampir 100.000 s/d 150.000.

Atau buat kamu yang males bawa botol minum dari rumah. Lebih suka beli minum sambil jalan. Gak berat, dan begitu habis langsung buang. Air mineral itu satu botolnya 3000-an, bahkan ada yang 5.000an. Kalau sehari perlu 2 botol, nah sebulan udah tiga ratus ribuan aja kan.

Belum lagi kalau kamu tipe yang hobi minum minuman kekinian, Seperti boba, cheese tea atau harus minum di coffee shop. Wah kalau ini bisa-bisa bukan bocor halus lagi.

Tapi ini mungkin gak seberapa. Ada sumber kebocoran yang barangkali menjadi masalah utama. Yaitu, dompet elektronik seperti ovo, gopay, shopee pay, dan dana.

Seringkali kita abai menghitung pengeluaran dari dompet elektronik. Terutama bagi para pemburu diskonan, yang punya semua jenis dompet elektronik. Jadi bisa menyesuaikan merchant mana yang bisa memberi keuntungan diskon maksimal. Karena alokasi duitnya terpencar-pencar, maka agak sulit melacak jalur keluarnya.

Beda dengan pegang duit kertas. Kalau pakai duit kertas, Ketika kita mengeluarkan lembaran demi lembarannya, Berasa banget jumlah uangnya semakin berkurang. Kita bisa “pegang” duit yang keluar itu. Tapi dengan dompet elektronik, Keluarnya uang seakan seperti tidak berasa.

Oleh karena itu, sebuah penelitian menunjukkan, Orang cenderung spending money 30% lebih banyak ketika pakai dompet elektronik, Dibandingkan ketika pegang duit kertas biasa. Apalagi, dompet elektronik banyak menawarkan diskon-diskon khusus bagi pengguna uang elektronik tersebut.

Kita yang pada awalnya tidak berminat sama sekali membeli produk tertentu, mendadak jadi kepengen beli, Karena merasa “sayang” ada diskon dan cash back setengah harga. Kehadiran uang dan dompet elektronik tentunya memiliki banyak dampak positif. Salah satunya, adalah kemudahan transaksi dimana saja, Juga benefit dimana kita bisa menikmati diskon dan promo khusus tertentu.

Dan meningkatnya spending pengguna uang elektronik pun sebenarnya bukan hal yang selalu buruk. Dengan meningkatnya spending, maka perekonomian suatu daerah akan berputar lebih cepat akibat cepatnya uang beredar di masyarakat.

Sehingga di satu sisi, hal ini bisa memberikan dampak yang sangat positif bagi perekonomian secara makro, namun tentunya, kita tetap harus mempertimbangkan dan memperhitungkan pengeluaran dari dompet elektronik ini.

Bagaimanapun, dalam merencanakan keuangan yang baik dan benar adalah, kita harus mengetahui kemana saja kira-kira uang kita mengalir. Bocor-bocor halus yang sulit dirincikan bisa saja kita alokasikan pada pos “pengeluaran tak terduga”, misalnya.

Budget untuk menikmati diskon-diskon khusus bisa kita alokasikan pada pos “kesenangan” atau saya sering sebut pos “foya-foya”. Jadi, mengatur keuangan sebenarnya gampang kan.

Jangan sampai bingung lagi ya, gajian bulan ini keluar buat apa aja.



Selasa, 29 September 2020

Lembaga Dan Penyedia Jasa Keuangan Yang Wajib Kamu Tahu

Lembaga Dan Penyedia Jasa Keuangan Yang Wajib Kamu Tahu

 


Kita bahas sedikit tentang beberapa Lembaga dan penyedia jasa keuangan di Indonesia, Agar lebih paham tentang bagaimana mekanisme dan cara negara mengatur Instrumen keuangan di Indonesia

Yang pertama adalah Bank Indonesia.
Bank Indonesia berbeda dengan bank umum komersil. Ini adalah Bank Sentral yang berfungsi untuk mengatur dan menjaga kestabilan nilai tukar rupiah, termasuk mengedarkan uang rupiah di Indonesia. Bank Indonesia juga mengatur bank umum komersil lainnya.

Yang kedua, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
OJK ini ibaratnya polisi dalam dunia lembaga keuangan, dimana OJK bertugas mengatur, mengawasi, menyelidiki, dan memeriksa seluruh kegiatan di sektor Jasa keuangan.

OJK ini memiliki fungsi yang sangat vital dalam kegiatan Jasa keuangan. Oleh karena itu, penting bagi kita, sebelum melakukan investasi atau menyimpan dana, untuk memastikan apakah perusahaan tersebut sudah terdaftar OJK atau belum.

Yang ketiga adalah LPS, atau Lembaga Penjamin Simpanan.
LPS ini fungsinya menjamin simpanan nasabah di perbankan, sehingga meningkatkan rasa percaya masyarakat untuk menyimpan dana mereka di Perbankan. Jadi kurang lebih LPS ini fungsinya mirip seperti asuransi untuk Bank umum. Kalu-kalau ada masa krisis terjadi, LPS akan menjamin kerugian dana nasabah yang tersimpan di perbankan.

Yang keempat adalah Perbankan. 
Sepertinya sudah banyak yang tahu ya, gak akan kita bahas banyak. Intinya, ini adalah lembaga untuk kita melakukan simpan pinjam. Produk yang disediakan meliputu Tabungan, Deposito, pemberian Kredit, baik kredit konsumtif maupun kredit produktif, juga penyediaan jasa save deposit box.

Yang kelima, Perusahaan Manajemen Investasi.
Mereka adalah perusahaan resmi yang memiliki izin dari OJK untuk mengelola dana portofolio nasabah secara kolektif di Pasar Modal. Produk yang mereka jual dikenal dengan nama Reksadana, dimana dana nasabah secara kolektif akan diinvestasikan pada produk-produk di pasar modal.

Yang Keenam adalah Perusahaan Sekuritas.
Singkatnya, mereka adalah perusahaan yang memiliki izin untuk melakukan perdagangan efek atau Penjamin emisi efek. Oh iya, efek itu dalam bahasa inggrisnya disebut “Security”, yang artinya segala jenis surat berharga yang bernilai dan bisa diperdagangkan. Jadi maksudnya perusahaan Efek itu, berarti perusahaan ini memiliki izin untuk memperdagangkan sertifikat, saham, obligasi, reksadana, atau surat berharga lainnya yang sesuai dengan regulasi pemerintah.

Nah profesi di perusahaan investasi tidak sembarangan. Beberapa diantaranya membutuhkan sertifikasi profesi khusus, Seperti sertifikasi untuk menjadi Wakil Perantara Perdagangan Efek (WPPE) yang biasanya disebut Broker Dealer, lalu ada juga Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) yang biasanya disebut underwriter, juga ada Wakil Manajer Investasi yang biasanya disebut Fund Manajer atau Investment Company.

Nah, Jadi, untuk bisa mengelola dana nasabah secara resmi dan sesuai dengan regulasi yang berlaku, prosesnya tidak sembarangan. Orang tersebut harus lulus sertifikasi profesi terlebih dahulu. Maka kalau sampai ada yang menawarkan produk investasi pasar modal, tanya dulu pengelolanya apakah resmi terdaftar di OJK, dan pengelolanya memiliki sertifikasi profesi resmi?

Jadi, sekarang sudah tahu kan bedanya Bank Mandiri, Mandiri Investasi, dan Mandiri Sekuritas?

 


Senin, 28 September 2020

Ini Dia Investasi Yang Pasti Untung! - Eh, Tapi Memangnya Ada?

Ini Dia Investasi Yang Pasti Untung! - Eh, Tapi Memangnya Ada?


“eh, aku punya uang lebih nih. Diapain ya enaknya?” Ini pertanyaan yang umum banget ditanyain sama teman-teman saya

“emang kamu mau buat apa? Dan mau yang kayak gimana?” Saya jawab secara sponton

“hm, gak tau sih. Pengen yang banyak returnya. Terus resikonya kecil. Biar cepet kaya. Ada gak?”

Saya langsung tepok jidat denger jawaban semacam ini. Dan ini bukan sekali dua kali, tapi sering. Yang perlu digaris bawahi dalam percakapan ini adalah, Bahwa dia punya uang lebih, tapi gak tau mau diapain uangnya.

Masih mending sih ini masalahnya, punya uang lebih. Yang pusing itu kalau punya utang banyak tapi gak tau gimana bayarnya. Pusing dah tuh. Tapi memang tidak bisa dipungkiri, bahwa siapapun pasti Mencari cara agar uangnya bisa diinvestasikan ke tempat yang bisa memberikan return tinggi, dan dengan resiko minim.

Seperti yang digembar-gemborkan motivator diluar sana, Investasi yang banyak, biarkan uang bekerja untuk kita, jadi kita gak perlu kerja keras. Tinggal rebahan di rumah bisa dapet duit.

Namun sayangnya, fakta hidup bisa jadi tidak seindah ucapan manis motivator di seminar mlm. Atau agen-agen asuransi atau broker investasi, yang padahal mah mereka juga dapet duit itu dari komisi jualannya, bukan dari return investasinya.

Bisnis dan investasi memang adalah kendaraan ideal menuju kebebasan finansial. Dan memang betul bahwa kalau ingin memiliki kebebasan finansial, Pondasi bisnis dan investasi yang kokoh mutlak dibutuhkan.

Namun, dua kendaraan ini amat sulit untuk dikendarai, dan butuh skill ekstra. Setiap pebisnis sukses, dan investor sukses, paham betul beratnya mengelola dua hal ini. Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk memahami segala aturan mainnya, Dan segala resiko terburuk yang mungkin akan muncul, termasuk hilangnya sebagian atau seluruh modal yang ditanamkan.

Jangan mau ujuk-ujuk menyerahkan seluruh uang simpanan kita, Yang sudah didapat dengan kerja keras banting tulang setiap hari, Kepada siapapun untuk bisnis apapun, tanpa mempelajari skemanya, Mengetahui resikonya, dan menyiapkan jaring pengaman bagi diri kita sendiri.

Apalagi ke agen asuransi atau agen broker investasi. Saya gak bilang mereka semua jelek loh ya. Ada juga agen-agen ini yang keren, dan produknya berkinerja baik. Tapi jumlahnya barangkali bisa dihitung jari saja.

Diluar sana itu banyak banget oknum yang jago memanfaatkan kepolosan orang-orang gak ngerti finansial, yang pengen investasi duitnya dengan iming-iming imbal Hasil 25% dalam setahun, dan minim atau bahkan tanpa resiko.

Padahal bisa jadi, mereka itu dapet duitnya dari komisi jualan, Gajian rutin bulanan, atau dari htm tiket seminar di hotel-hotel mewah itu. Lalu tidak lama setelahnya, perusahaan tersebut Diciduk polisi karena terindikasi investasi bodong, Atau dimainin di saham gorengan yang anjloknya bisa jauh banget.

Lalu ketika rugi, berdalih kepada investor dengan seribu satu alasan “oh iya, ekonomi lagi gak menentu”. Atau “aturan pemerintah lagi sulit” atau “bisnis ini lagi sepi peminatnya”.

Kalau oknum itu mah gak ada masalah, mau investasinya untung atau rugi. Mereka gak peduli. Karena toh sudah dapat komisi sejak awal investor menanamkan modalnya. Padahal kalau sekiranya kita mau lebih cerdas sedikit saja, Dan tidak keburu tergiur bujuk rayu oknum agen investasi bodong, Mudah saja kita mendeteksi kejanggalan investasi tersebut.

Jika memang betul ada investasi yang bisa memberikan imbal hasil diatas 25% dalam setahun, Dengan minim atau bahkan tanpa resiko sama sekali, Buat apa mereka sibuk cari nasaba, hah?

Buat apa? Capek-capekin aja.
Mending pinjam duit ke bank sekalian aja. Bank bisa kasih dana pinjaman dengan bunga 17% setahun. Kalau investasi itu betul bisa kasih profit 25% setahun, Dan bunga bank 17% setahun, Maka masih ada selisih untung profitnya.

Gak perlu mereka pusing cari investor dan nasabah. Tinggal ongkang-ongkang kaki aja sambil santai di pantai. Tapi, ya mereka gak bakal lah pinjam uang ke bank. Mereka mungkin akan bilang:
“kami ingin bapak/ibu juga menikmati profit dari investasi kami”

Padahal faktanya mah, bank itu pinter, gak bisa dibodohin dengan mekanisme investasi bodong ala mereka.



Ini Dia 7 Pos Alokasi Wajib Keuangan Yang Wajib Kamu Ketahui

Ini Dia 7 Pos Alokasi Wajib Keuangan Yang Wajib Kamu Ketahui


 

Alokasi pengeluaran setiap orang bisa berbeda beda karena kebutuhan setiap orang juga berbeda yang masih belum menikah, tentu beda dengan yang sudah menikah. Yang baru menikah, beda dengan yang sudah punya anak dua. Yang punya tanggungan anak juga pasti beda dengan yang juga harus menanggung mertua.

Juga berbeda antara karyawan yang kerja kantoran bergaji tetap, Dengan freelancer, apalagi dengan business owner. Variabelnya banyak sekali, Belum lagi menyesuaikan antara kebutuhan dan keinginan, yang bagi sebagian orang juga sulit.

Misalnya makan itu butuh. Makan di resto fine dining itu keinginan.

Tapi semua itu bisa deselesaikan dengan budgeting, menyesuaikan pos alokasi keuangan. Secara umum, ada 7 pos alokasi wajib keuangan.

Yang pertama, cicilan atau utang.
Entah utang ke perusahaan, teman, keluarga, pastikan kewajiban ini menjadi prioritas. Jadilah orang yang bertanggung jawab. Gak mau kan sampai viral di Internet gara-gara gak bayar hutang?

Yang kedua, Kebutuhan pokok.
Termasuk juga sebgaian sekunder, yang pasti akan keluar setiap hari atau setiap bulan. Uang belanja bulanan, tagihan listrik, tagihan air, biaya internet, uang sekolah anak, ongkos transportasi, sewa rumah, lain sebagainya.

Yang ketiga, Dana darurat.
Tabungan yang wajib banget setiap orang punya, terutama jika sudah punya tanggungan keluarga. Jumlahnya paling tidak 6 kali lipat hingga 12 kali lipat kebutuhan pokok bulanan. Safety net paling utama kalau-kalau hal buruk terjadi pada kita. Musibah, bencana, kehilangan sumber penghasialn, termasuk juga masa sulit seperti pandemi Covid sekarang ini

Yang keempat, Investasi.
Fungsi Investasi adalah bagaimana caranya agar uang bisa bekerja untuk kita, sehingga jumlahnya bisa bertambah. Instrumennya, ada berbagai macam seperti Obligasi, Reksadana, Saham, atau Investasi langsung ke UMKM melalui crowd funding.

Investasi tentunya memiliki resiko, sehingga sangat perlu merencanakan alokasinya sesuai resiko yang dimiliki. Misalnya, Investasi di Deposito atau logam mulia, memiliki resiko yang kecil, namun profitnya kecil juga. Sementara Investasi di pasar modal, memiliki resiko yang lebih besar, juga dengan imbal hasil yang besar pula.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memahami mekanisme kerja dari suatu investasi, Memahami resiko dan siap menanggung hingga resiko terburuknya, sebelum memutuskan akan menempatkan modal kita dimana.

Yang kelima, Proteksi.
Ini adalah jaring pengaman yang juga tidak kalah penting. Proteksi disini adalah Asuransi. Asuransi meliputi Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan. Kalau kita dalam keadaan sehat dan nyaman, proteksi ini seringkali disepelakan.
“ah namanya ajal, sakit dan sehat kan sudah ditentukan sama yang maha kuasa”

Betul sih, tapi mari kita berfikir dengan lebih rasional. Ajal itu pasti. Musibah juga bisa jadi datang kapan saja. Kita tidak bisa prediksi kedatangannya dan tentunya tidak ada yang berharap untuk dapat musibah.

Namun yang bisa kita lakukan, adalah antisipasi jika hal tersebut tiba-tiba datang. Jangan sampai ketika hal buruk terjadi pada kita atau orang yang kita sayang, kita langsung pusing dan uring-uringan. Cari utangan sana sini agar bisa istri bisa berobat. Atau cari pinjaman biar anak tetap bisa makan besok gara-gara pencari nafkah utama meninggal

Kalau pencari nafkah utama meninggal, bisa jadi satu keluarga juga akan hidup kesusahan selama tahun-tahun awal. Lalu, coba lihat berapa banyak orang langsung jatuh miskin mendadak akibat harus bayar biaya mahal untuk operasi dan pengobatan demi mendapatkan kembali kesehatannnya

Pemerintah sudah punya program BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Kalau gak mau beli asuransi swasta, paling tidak jangan sampai tidak punya BPJS. Meskpun BPJS banyak kekurangannya, tapi percaya deh, masih lebih banyak keuntungannya.

Kita akan bahas perihal asuransi ini nanti dengan lebih detail.

Yang keenam, Sosial
Masyarakat Indonesia, adalah masyarakat yang bertuhan. Dan semua agama memiliki cara sedekahnya atau berdermanya masing masing. Dalam islam ada Ziswaf, Zakat, Wakaf, Infaq, Shodaqoh. Dalam Kristen ada persenan atau persepuluh, Dalam agama budha dan hindu, ada Berderma

Alokasi sosial ini saya rasa cukup penting, karena kita sebagai manusia tidak bisa hidup sendiri, dan perlu untuk saling tolong menolong. Rutin bersedekah juga menanamkan rasa bersyukur kita kepada Tuhan, karena sudah diberikan harta yang lebih dari cukup.

Yang ketujuh, pos kesenangan.
Ini yang juga gak kalah penting perlu kita anggarkan. Pos ini adalah segala sesuatu yang (biasanya) gak punya manfaat atau gak penting-penting amat, tapi membuat hati dan jiwa kita bahagia. Travelling, kulineran, fashion branded, barang lucu, hobby, langganan Netflix, beli item game online, dan semacamnya.

Jadi ini semua gak salah, selama pos-pos lainnya sudah terpenuhi, sehingga jangan sampai semua kesenangan ini over budget, yang justru malah bikin kita stress dan menyesal di masa depan.

“kenapa sih gue tadi beli ini?” Pernah ngerasa ngomong begitu?




Selasa, 11 Agustus 2020

Your Money, Your Responsibility. Yuk Kelola Uang Dengan Lebih Bijak

Your Money, Your Responsibility. Yuk Kelola Uang Dengan Lebih Bijak



Kita bahas sedikit alasan mengapa uang itu perlu direncanakan dengan baik alokasi pengeluarannya. Bukan karena Uang adalah segalanya, namun karena segalanya lebih indah dengan uang.

Jatuh cinta gak butuh uang. Tapi mempertahankan cinta, butuh uang. Kasih sayang juga gak butuh uang, tapi siapa sih yang gak pengen ngasih barang dan fasilitas terbaik untuk orang yang disayang?

Bagi generasi usia dibawah 30 tahun, yang namanya nabung itu masih berat. Iya, mereka tahu kok kalau yang namanya nabung itu penting. Tapi, kok kayaknya susah banget ya biar uang gak keluar terus dari kantong?

First Jobber, para fresh graduate yang baru lulus sekolah menurut saya sebenarnya adalah masa-masa emas. Karena sudah mulai dapat penghasilan sendiri, dan belum memiliki tanggungan. Namun sayangnya mereka ini cenderung cuek sama duit. Mikirnya, nabung itu ya kalau ada sisa. YOLO, You Only Life Once. Jadi ya dibawa asik aja.

Flash sale online store, atau promo khusus bisa jadi gak dateng dua kali. Belum lagi mumpung masih muda, pengen liburan, dateng ke tempat hits, cobain makanan kekinian. Dan, eh kayaknya perlu juga nih barang branded biar pencitraan di Instagram makin kece.

Baju keren, sepatu keren, dan rambut yang keren. Gak ada yang salah kok sama gaya hidup seperti itu. Beneran, gak salah. Bahkan, saya pun setuju bahwa perlu bagi kita untuk berpenampilan menarik, rapih, dan wangi, agar nyaman dilihat orang, dan agar meningkatkan rasa percaya diri juga.

Siapa sih yang gak senang lihat orang yang rapih, bersih, dan wangi? Dalam agama pun sunnah yang sangat dianjurkan. Tapi tentunya, semua perlu menyesuaikan dengan kemampuan kita.

Iya.., saya tahu, kalian pasti ngerti lah beginian.
Ngapain juga sih Dila jelasin beginian. Gak asik.

Tapi yah gimana dong, abisnya masih banyak banget yang belum paham beginian. Dan meskipun paham, banyak juga orang yang hobinya itu cari hutangan. Ya gak perorangan, gak negara, hutang itu kayaknya hobi gitu kan. Eh tapi kita jangan bahas negara dulu deh.

Habbit atau kebiasaan menjaga dan mengelola keuangan yang sehat, Kurang lebih sama saja seperti menjaga tubuh yang sehat. Semua orang Ingin punya tubuh yang bagus, sehat, dan six pack. Tapi gak semua orang mau jaga makan, dan meluangkan waktu untuk olahraga.

Pengennya ya tetap makan enak. Memang makan enak itu godaan iman dan takwa. Terus gak diimbangi juga dengan olahraga. Hobinya rebahan sambil TikTokan, Yaudah pelan pelan mulai menumpuk lemak di perut. Pengen itu lemak hilang, tapi ya males atur makanan dan olahraga.

Solsinya, ya coba beli pil-pil diet, minuman serbuk shake ajaib, sama air dan larutan ajaib, Alat penggetar lemak, dengan harapan lemak bisa hilang hanya dengan rebahan. Sebagian mungkin ngefek. Tapi yang seperti itu dikonsumsi jangka panjang, yakin gak akan kasih dampak buruk buat tubuh?

Iya badan bisa jadi kurus. Tapi habis itu banyak juga yang berakhir dengan gagal ginjal, daya tahan tubuh yang buruk, konsenterasi berkurang. Tubuhnya perlahan mulai rusak

Hal yang sama terjadi pada mereka yang kesulitan mengatur uang. Bukan karena fakir miskin ya, yang memang penghasilannya ngepas atau bahkan kurang untuk kebutuhan vital sehari-hari. Kalau itu ya lain lagi pembahasannya.

Tapi geng millenial yang gajinya banyak, tapi  tiap akhir bulan gesek kartu kredit, dan banyak cicilan barang branded sana-sini. Ngerti nabung dan investasi penting, tapi cuek aja. Kalau duit kurang, toh masih ada kartu kredit, cicilan online, dan pinjaman online.

Begitu tiba-tiba hal darurat terjadi dan terhentinya atau berkurangnya penghasilan rutih, Nah bingung deh harus gimana.

Tapi Saya selalu percaya, bahwa selalu ada cara bagi setiap orang, untuk bisa menjaga badannya sehat. Dan selalu menjaga keuangannya tetap sehat.

Habis ini kita bahas pos alokasi wajib keuangan, Dan kenapa ini harus direncanakan sejak dini.




Sabtu, 08 Agustus 2020

Sekilas Yang Perlu Diketahui Tentang Investasi Saham

Sekilas Yang Perlu Diketahui Tentang Investasi Saham


Trading saham di pasar modal terbilang unik, Karena meskipun platformnya sama, Namun karekter investasinya bisa berbeda-beda. Tergantung seperti apa kita memperlakukan investasi tersebut.

Mau buat investasi jangka panjang yang cenderung aman tapi profitnya gak terlalu besar, bisa. Mau buat spekulasi jangka pendek yang sangat fluktuatif dan volatile juga bisa.

Ada katagori-katagori perusahaan yang Sahamnya cenderung dikatakan “aman”. Ada juga yang sahamnya memiliki volatilitas tinggi sehingga resikonya tinggi juga.

Saham-saham dengan kapitalisasi dan fundamental yang baik dimasukkan kedalam list LQ45 oleh bursa saham. Saham yang masuk dalam katagori ini terkenal dengan istilah saham blue chips. Biasanya geng LQ45 adalah perusahaan besar dengan fundamental dan kapitalisasi yang bagus, Pergerakan mereka cenderung stabil, Namun juga profit yang didapat lebih sedikit

Oleh karena itu, saham yang masuk indeks LQ45 Seringkali direkomendasikan untuk investor pemula yang masih belajar saham. Selain itu, saham ini juga jarang dimainkan sama bandar, Karena harga per lembarnya udah mahal.

Jadi kalau sampai dimainin bandar, Berarti mereka beneran punya duit yang banyaknya minta ampun. Biasanya yang sanggup mainin saham bluechip di indonesia adalah investor asing dari luar negeri.
Selain untuk trader pemula, Saham di LQ45 juga cocok untuk tipe “value investor”

Yaitu mereka yang investasi saham memang untuk jangka panjang Diatas 10 tahun, bahkan diatas 20 tahun. Nah mereka ini biasanya gak peduli dengan volatilitas saham jangka pendek.

Cuek aja, selama mereka merasa produk atau perusahaan tersebut akan survive dalam jangka panjang, Sahamnya gak akan dilepas disimpan aja terus buat ditabung 20 atau 30 tahun lagi. Contohnya saham indofood, yang kayaknya indomie itu sudah menjadi bagian hidup orang indonesia.

Atau unilever, yang produknya hampir pasti ada di setiap rumah orang indonesia. Separah apapun pandemi covid, Masa iya gak mandi pakai produknya unilever?

Selain itu ada juga tipe investor high risk yang biasanya trading saham dengan cara day trading, atau scalping. Kalau day trading itu, biasanya tahan saham dalam waktu kurang dari sebulan.

Mereka biasanya sangat memperhatikan berita, dan momen tertentu, Misalnya sebentar lagi lebaran. Nah biasanya saham department store seperti Matahari akan melonjak, Karena banyak orang belanja baju baru, sehingga pendapatan Matahari Department store akan meningkat.

Lalu yang terakhir adalah scalper, si trader cepat. Mereka biasanya adalah full-time trader, yang setiap hari ngelihatin grafik pergerakan saham. Yang dipelototoin para scalper ini bukan lagi grafik harian atau mingguan. Tapi grafik per menit dan per detik.

Serta mereka sangat memperhatikan pergerakan para bandar saham. Kalau sekiranya mereka mendeteksi ada suatu saham yang dimainin bandar, Melalui pergerakan-pergerakan dan pola-pola grafik tertentu. Mereka akan coba memprediksi “maunya” si bandar harga saham dibikin sampai berapa. Sehingga sebelum bandar tarik modal, dia bisa dapet untung juga dari sana.

Ada berita berita khusus juga yang diperhatikan oleh scalper dalam memutuskan transaksi jual belinya. Mekipun mereka bisa juga trading tanpa berita apapun. Misalnya, ketika pemerintah mengumumkan Bahwa vaksin covid akan diproduksi 3 saham farmasi besar langsung naik secara signifikan, Dimana terlihat jelas ada “pemain bandar” disana.

Tapi sebentar deh, sebelum kita bahas lebih lanjut, Kayaknya kita perlu bahas dulu nih tentang money management