Gaji 8 Juta, Yang Satu Kaya Raya, Yang Satu Ngepas, Yang Satu Miskin. Kok Bisa?

 

Ada salah satu resep kecukupan dalam keuangan yang sebenarnya sudah diketahui oleh semua orang, Namun seringkali jarang diterapkan. Yaitu bersyukur.

Bersyukur dengan segala yang sudah kita miliki dan nikmati hingga saat ini, Yang ajaibnya, sifat  bersyukur ini bisa membuat kita merasa senantiasa cukup, bahkan mampu menggerakkan hati kita untuk bisa bersedekah atau berderma kepada orang lain.

Pernahkah teman-teman memperhatikan, bahwa pendapatan setiap orang sama sekali tidak menjamin kekayaan yang dimilikinya?

Misalnya, ada 3 orang yang bekerja di perusahaan yang sama, dengan gaji yang kurang lebih sama. Misalnya kita sebut saja, gajinya 8 jt per bulan. Yang pertama bisa hidup lebih dari cukup. Bisa jalan-jalan ke luar negeri, dan beli barang branded.

Yang kedua hidupnya ngepas aja, masih bisa nabung sih, tapi gak sampai hidup yang terlalu glamor. Sementara yang ketiga, gaji 8jt per bulan namun masih berkekurangan. Masih perlu cari hutangan sana sini. Kira-kira, mengapa hal ini bisa terjadi?

Hal ini terjadi karena ada banyak sekali faktor yang mempengaruhi keadaan finansial setiap orang, dan setiap orang dengan latar belakang berbeda tentunya akan memiliki masalah yang berbeda juga. Dari contoh 3 orang yang tadi, meskipun mereka bertiga memiliki penghasilan yang sama, namun latar belakang mereka sama sekali berbeda, sehingga keadaan finansialnya juga berbeda.

Yang pertama, masih lajang dan tinggal di rumah orang tua. Makan sehari-hari pun masih disediakan oleh orang tua. Sehingga hampir semua gajinya bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk kebutuhan primer dan sekunder, namun juga tersier, seperti travelling dan beli barang branded.

Yang kedua, adalah seorang kepala keluarga yang punya 3 orang anak, Dimana semua sudah masuk masa sekolah di kota besar di jakarta. Gaji 8 juta, untuk keluarga ini yang hidup di jakarta, bisa dibilang jumlahnya ngepas aja.

Jika penghasilannya sudah dikurangi dengan biaya sewa rumah, uang sekolah anak, dan kebutuhan pokok harian, maka mungkin hanya tersisa 10% sampai 20% untuk tabungan. Belum lagi dana darurat yang harus dipersiapkan jumlahnya juga. Cukup besar bagi keluarga dengan 3 orang anak.

Lalu yang ke 3, orang dengan gaji 8 juta namun masih sangat kurang bahkan harus cari hutangan. Kasusnya bisa bermacam-macam. Misalnya, mungkin ibunya mengalami sakit berat seperti kanker yang memakan biaya berobat sangat mahal, sehingga gajinya tidak cukup.

Mungkin juga kepala keluarga ini harus menanggung tidak hanya beban anak istrinya sendiri, namun juga harus menanggung kehidupan orangtuanya dan kedua mertuanya. Sehingga jumlah yang hidup dalam tanggungannya ada 7 orang.

Belum lagi orang tua biasanya memiliki kesehatan yang tidak terlalu baik, sehingga harus rutin juga keluar uang untuk berobat. Jadi merencanakan keuangan bagi setiap orang sangat berbeda beda, dan tidak ada formu atau rumus yang pasti bisa sama ditetapkan untuk semua orang, karena kondisi setiap orang berbeda-beda.

Satu-satunya partner terbaik untuk merencanakan dan mendiskusikan keuangan adalah pasangan atau keluarga kita, orang-orang yang kita percaya dan akan membantu kita dalam kondisi sesulit apapun.

Jadi, yuk mari bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini,
Dan bila perlu, yuk bantu juga mereka yang membutuhkan,
Terutama disaat masa-masa sulit seperti sekarang ini.




You Might Also Like

0 Comments