Kompilasi 18 Modus Penipuan Yang Umum Terjadi Di Indonesia ( Part 3/4)

Dalam postingan sebelumnya, kita sudah membahas modus nomor 6 samapi 10 yang bisa kalian baca disini. Saya merangkum setidaknya ada 18 penipuan yang umum terjadi di Indonesia, dan memakan banyak korban. Saya menyarankan Kamu membaca ini sampai habis, dan share ke keluarga juga sahabat dekatmu, agar kejadian ini gak menimpa mereka.

Foto : (Istockphoto/ Dusanpetkovic)


1. Video Call Mesum

Modus : Trik ini umum ditemui dari situs kencan online seperti Tinder. Tiba-tiba ada orang asing dengan foto profil yang tampan menghubungi kita dan berkata dia sedang serius cari pacar atau calon istri. Berbeda dengan modus love scam di Nomor 4, dimana penipu enggan melakukan video call, modus yang satu ini justru langsung minta kita melakukan video call saat pertama kali chat. Dia meyakinkan bahwa dia serius cari pacar atau calon istri, sehingga langsung minta melakukan video call. 

Namun yang terjadi pada saat kita setuju melakukan video call adalah, tiba-tiba yang kita temui adalah orang mesum telanjang yang sedang memainkan alat kelaminnya. Saat video call berlangsung, dia sudah merekam screen layar handphone, sehingga ada wajah kita didalam video call tersebut. Selanjutnya, video ini akan digunakan penipu untuk mengancam kita, bahwa kalau kita gak transfer uang atau melakukan hal lain yang dia inginkan, dia akan sebar video tersebut ke media sosial. Kalau korban sudah menikah, ini tentunya berpotensi menghancurkan rumah tangga, dan menghancurkan image korban sebagai orang mesum.

Antisipasi : Kalau memang mau iseng coba melakukan video call ke orang yang gak dikenal, maka pastikan kamu tutup dulu kamera depan handphone kamu, sehingga wajah kita gak langsung muncul di layar. Kalau memang dirasa aman dan orangnya baik-baik saja, barulah tampilkan wajah kita. Lebih aman lagi sih ya jangan terima video call dari orang yang gak dikenal.

2. Modus menang hadiah undian

Modus : Tiba-tiba kita mendapat SMS, Whatsapp, atau telepon dari sesorang yang mengatakan bahwa kita menang hadiah undian, dikirim suatu kode, dan alamat link untuk klaim hadiah. Link yang dikirimkan adalah Phising, dimana kalau kita klik, maka link itu berpotensi membobol keamanan ponsel kita, mencuri password, dan bahkan akun bank kita. Atau bisa juga kita dihubungi seseorang melalui telepon, dan dia akan mengarahkan kita melakukan suatu hal, biasanya suruh kita ke mesin atm, mencet tombol tertentu, dan mengarah ke transfer uang ke rekening pelaku.

Ini modus penipuan yang paling umum, paling banyak dilakukan dan meskipun sudah dilakukan sejak lama, nyatanya penipuan ini masih sangat banyak memakan korban. Bahkan menurut Badan Siber dan Sandi Negara, pada tahun 2020 lalu, ada hampir 5 kali lipat peningkatan penipuan ini. 

Antisipasi : Mudah saja sebenarnya menyadari penipuan ini, namun akibat masih rendahnya tingkat kewaspadaan masyarakat terutama menengah bawah yang tinggal di pedesaan, maka penipuan ini masih marak terjadi dimana mana. Jangan langsung percaya dengan informasi yang mengatakan bahwa kita menang hadiah undian. Jika kita benar-benar menang hadiah undian, maka perusahaan penyelenggara pasti akan menginfokan kita dengan email resmi atau media resmi lainnya.

3. Penipuan Game Online

Modus : Setiap game online punya karakteristik dan bisa beda-beda kasus penipuannya. Tapi yang umum adalah, jual Gems dengan harga murah, lalu penjual kabur setelah pembeli transfer uang. Modus Joki game untuk meningkatkan level karakter game kita, namun setelah kita transfer uang dan kirim Id-Password, dia malah kabur dan mengambil semua barang berharga di akun kita.

Antisipasi : Transaksi yang dilakukan tanpa melalui rekening bersama akan sangat rentan mengalami penipuan. Penipu yang terlibat dalam dunia Game biasanya akan sangat sulit di-polisikan. Polisi gak akan menganggap serius laporan ini. Kalaupun mau melapor, paling hanya sebatas melapor ke developer Game, dan itupun kalau transaksi terjadi dalam platform game. Beda halnya kalau terjadi di luar platform, seperti misalnya melalui facebook atau Instagram.

4. Penipuan atas nama Artis

Modus : Membuat akun sosial media resmi atas nama artis untuk mengelabui fansnya agar membeli suatu produk seolah-olah produk tersebut di Endorse, Membuat give-away palsu dan mengharuskan pemenang transfer uang dulu biar hadiahnya dikirim.

Antisipasi : Semua artis yang melakukan Give Away gak akan minta kita kirim uang untuk klaim Hadiah. Penipu biasanya akan bilang kalau uangnya akan dikembalikan setelah hadiah diterima, tapi ketahuilah itu gak akan terjadi. (Artis tuh udah kaya, mereka gak butuh duit kita). Selain itu, waspadai akun media sosial artis yang terlihat “Sepi”. Artis tuh biasanya banyak followers dan komentar di setiap postingan mereka. Beberapa platform seperti instagram dan facebook juga punya fitur autentifikasi, seperti tanda ceklist biru pada nama mereka, sebagai tanta bahwa itu adalah akun resmi mereka.

5. Penipuan Sales Resmi

Modus : Mengatas-namakan sales resmi (Atau bahkan bisa jadi memang beneran sales resmi) dan berkata bahwa mereka bisa punya trik agar barang yang mau kita beli bisa dapat harga lebih murah dari pasaran, dengan syarat kita harus transfer uang langsung ke mereka, dan harus nunggu beberapa hari. Atau bisa juga mereka memelas dengan alasan, kasih harga murah yang dipotong dari insentif gaji mereka, kalau enggak mereka takut di pecat karena gak biisa capai target penjualan. Ujung-ujungnya, ketika uang sudah kita transfer ke rekening pribadi mereka, mereka menghilang.

Antisipasi : Terkadang sales resmi memang punya trik khusus agar barang yang mereka jual bisa lebih rendah dari harga yang seharusnya. Namun tak jarang dari mereka yang menipu dan mengelabui calon konsumennya. Hal ini bisa diantisipasi dengan cara kita minta kontak atasan dari sales tersebut, menanyakan kebenaran harga, dan status si sales tersebut.


Komentar